Islam Bukan Masa Lalu: Saat Warisan Peradaban Bertemu Kecerdasan Digital Metaverse
- Istimewa
Pendekatan ini menempatkan pengunjung sebagai pembelajar aktif yang membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung, refleksi kritis, dialog, dan interpretasi budaya.
Melalui prinsip Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning, setiap kunjungan dirancang menjadi perjalanan intelektual yang menghubungkan sejarah, nilai-nilai kemanusiaan, identitas budaya, serta perkembangan ilmu pengetahuan.
"Pembelajaran tidak lagi berhenti pada hafalan fakta sejarah, melainkan mendorong kemampuan berpikir kritis, kreativitas, empati, komunikasi, kolaborasi, dan pembentukan karakter sebagai kompetensi penting abad ke-21," jelasnya.
Sebagai bagian dari transformasi museum di era metaverse digital, Indonesian Islamic Art Museum (IIAM) mengintegrasikan teknologi Augmented-Reality (AR), QR Interactive Movie, Storytelling multimedia imersif, dan interpretasi digital diterjemahkan juga dalam 12 bahasa (12 negara) untuk memperluas akses masyarakat terhadap kekayaan warisan budaya Islam.
Menurut David, teknologi tersebut tidak dimaksudkan menggantikan autentisitas koleksi, tetapi memperkaya pengalaman interpretatif sehingga sejarah dapat dipahami secara lebih kontekstual, inklusif, dan menarik bagi generasi digital.
Transformasi digital tersebut memperkuat posisi museum sebagai ruang belajar masa depan yang menghubungkan warisan budaya dengan inovasi teknologi, sekaligus mendukung peningkatan literasi digital, literasi budaya, dan literasi sejarah dalam masyarakat.
David mengatakan, sebagai institusi pendidikan publik, museum juga membuka ruang kolaborasi dengan sekolah, madrasah, pesantren, perguruan tinggi, komunitas budaya, lembaga penelitian, pemerintah, industri kreatif, dan jaringan museum internasional dalam pengembangan riset, pendidikan, pengabdian kepada masyarakat, serta inovasi pembelajaran berbasis warisan budaya.
Dengan lokasi yang strategis di kawasan Wisata Bahari Lamongan (WBL) dan hanya sekitar 15 menit dari kawasan religi Makam Sunan Drajat, Museum Islam Indonesia atau IIAM ini diharapkan menjadi destinasi edukasi dan singgahan akademik bagi peserta didik, mahasiswa, peneliti, peziarah, serta masyarakat luas yang ingin memperdalam pemahaman sejarah dan peradaban Islam Nusantara.
Komitmen tersebut sejalan dengan agenda pembangunan sumber daya manusia Indonesia, pelestarian warisan budaya, penguatan pendidikan karakter, dan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya dalam bidang pendidikan berkualitas, pelestarian budaya, inovasi, dan kemitraan global.
"Indonesian Islamic Art Museum meyakini bahwa pelestarian peradaban bukan sekadar menjaga artefak masa lalu, melainkan membangun masa depan melalui pendidikan, penelitian, inovasi, dan kolaborasi," ucapnya.