Buka Pameran, Kepala Diskominfo Jatim Harap Surabaya Printing Expo 2026 Perkuat Industri Percetakan

Suasana pameran Surabaya Printing Expo 2026
Sumber :
  • Mokhamad Dofir

Surabaya, VIVA Jatim-Surabaya Printing Expo (SPE) 2026 resmi dibuka di Grand City Convention Center, Surabaya, Selasa, 8 Juli 2026. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berharap pameran industri percetakan terbesar di Indonesia Timur tersebut mampu memperkuat ekosistem industri percetakan, mendorong transformasi digital, serta meningkatkan daya saing pelaku usaha di sektor grafika.

img_title Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Jadi Ruang Pengetahuan Perkembangan Energi dan Kebutuhan Industri

Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-19 ini berlangsung selama empat hari hingga 11 Juli 2026 dan menghadirkan lebih dari 150 peserta pameran, termasuk 10 pelaku UMKM.

Pembukaan SPE 2026 dilakukan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kepala Diskominfo) Jawa Timur Sherlita Ratna Dewi Agustin yang mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah berhalangan hadir karena tengah menjalankan agenda misi dagang di Pekanbaru, Riau.

img_title Mandiri Auto Deals 2026 di Surabaya, MUF bersama Bank Mandiri Buka Akses Luas Pembiayaan EV

Dalam sambutannya, Sherlita mengatakan industri percetakan memiliki posisi strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Menurutnya, subsektor percetakan dan reproduksi media di Jawa Timur mencatatkan nilai PDRB mencapai Rp 27,64 triliun pada 2025.

"Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur pada triwulan I 2026 mencapai 5,96 persen year on year, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional. Capaian ini tentu tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, tetapi juga berkat kontribusi para pelaku usaha, termasuk industri percetakan," kata Sherlita.

img_title PLN Jatim Pamerkan ASTROLT dan IMUN RTU di Surabaya Electric Forum 2026

Ia menjelaskan, struktur ekonomi Jawa Timur ditopang sektor industri pengolahan yang berkontribusi sebesar 31 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Industri percetakan pun dinilai memiliki peran penting karena mendukung berbagai sektor, mulai dari manufaktur, perdagangan, kemasan hingga industri kreatif.

Pemprov Jatim juga menilai perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi peluang sekaligus tantangan bagi industri percetakan.

"AI menjadi alat yang luar biasa untuk mempercepat pekerjaan dan meningkatkan produktivitas. Tetapi di sisi lain, ada tantangan terkait kompetensi SDM, hak cipta, hingga perlindungan data pribadi yang harus menjadi perhatian bersama," lanjutnya.

Karena itu, Pemprov Jatim mendorong penguatan sumber daya manusia melalui kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri, salah satunya dengan membuka peluang magang bagi siswa SMK di perusahaan-perusahaan percetakan.

Sherlita berharap Surabaya Printing Expo tidak sekadar menjadi ajang pameran, melainkan juga menjadi wadah transfer teknologi, kolaborasi bisnis, dan penguatan ekosistem industri percetakan nasional.

Halaman Selanjutnya
img_title