Aplikasi SISWA JUWARA, Permudah Ortu Pantau Presensi Pelajar via WhatsApp Secara Terintergrasi
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Pandemi COVID-19 menjadi momentum lahirnya berbagai inovasi digital di dunia pendidikan. Salah satunya datang dari Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) SMP Negeri 6 Pasuruan, Juma'ali, S.Kom., yang mengembangkan aplikasi SISWA JUWARA untuk memudahkan sekolah memantau kehadiran, kedisiplinan, hingga aktivitas belajar siswa secara terintegrasi.
SISWA JUWARA merupakan akronim dari Sistem Informasi WhatsApp Autorespon, Jurnal Digital, dan Absensi Siswa untuk Membentuk Siswa Berkarakter.
Juma'ali mengatakan aplikasi tersebut lahir sebagai respons terhadap perubahan sistem pendidikan selama pandemi COVID-19 yang mempercepat transformasi digital di lingkungan sekolah.
"Pandemi COVID-19 membuat masyarakat memiliki kebiasaan baru, termasuk di dunia pendidikan. Karena itu kami berupaya menghadirkan inovasi digital yang tidak hanya membantu proses administrasi sekolah, tetapi juga membangun karakter dan kedisiplinan siswa," ujarnya.
Melalui aplikasi ini, siswa melakukan presensi menggunakan kartu pelajar berbasis barcode saat datang ke sekolah, memasuki setiap jam pelajaran, hingga pulang sekolah.
Data kehadiran tersebut kemudian dikirim secara otomatis kepada orang tua melalui notifikasi WhatsApp sehingga mereka dapat memantau aktivitas anak secara real time.
Menurut Juma'ali, sistem ini memperkuat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mengawasi perkembangan serta kedisiplinan peserta didik.
"Dengan notifikasi WhatsApp yang dikirim secara otomatis, orang tua bisa mengetahui kehadiran anaknya secara langsung sehingga pengawasan terhadap aktivitas siswa menjadi lebih akurat," katanya.
Tak hanya memudahkan orang tua, aplikasi SISWA JUWARA juga membantu guru dalam menjalankan administrasi sekolah secara digital.
Melalui sistem tersebut, guru dapat mengelola jurnal mengajar, dokumen pendukung e-kinerja, pengelolaan izin siswa, hingga penyusunan berbagai laporan secara otomatis.
Selain itu, aplikasi ini juga mendukung berbagai program sekolah, seperti pendataan penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pencatatan pelanggaran siswa, hingga pengelolaan peminjaman ruang kelas.
"Dengan laporan yang tersaji secara lengkap, guru dan wali kelas dapat lebih cepat melakukan tindak lanjut terhadap kedisiplinan maupun perkembangan siswa sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih kondusif," jelasnya.
Juma'ali menegaskan digitalisasi pendidikan bukan sekadar memanfaatkan teknologi, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih efektif, transparan, dan mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik.