Petro Agrifood Expo 2026 Kenalkan Pertanian Modern kepada Generasi Muda
- Tofan Bram Kumara
Gresik, VIVA Jatim-PT Petrokimia Gresik menjadikan Petro Agrifood Expo (PAE) 2026 sebagai momentum untuk mendorong lahirnya generasi muda yang tertarik menekuni sektor pertanian. Melalui ajang bertema Heritage of Agriculture yang digelar di Kebun Percobaan Petrokimia Gresik, 24–26 Juli 2026, perusahaan menghadirkan ruang edukasi, inovasi, dan kolaborasi guna memperkenalkan pertanian sebagai sektor usaha modern yang menjanjikan.
PAE 2026 menampilkan beragam produk unggulan pertanian dari berbagai daerah, tanaman unggul, hasil budidaya hortikultura seperti melon Golden Langkawi dan belimbing jumbo asal Tulungagung, produk olahan hasil tani, hingga teknologi pendukung pertanian modern.
Pembukaan acara turut diwarnai kegiatan panen melon bersama jajaran direksi PT Petrokimia Gresik, Pemerintah Kabupaten Gresik, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, mengatakan Petro Agrifood Expo tidak hanya menjadi ajang pameran produk pertanian, tetapi juga wadah yang mempertemukan inovasi, teknologi, edukasi, dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di sektor pertanian.
"Melalui Petro Agrifood Expo, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan inovasi dan teknologi pertanian dengan masyarakat. Pengunjung dapat mengenal lebih dekat praktik pertanian modern melalui konsep agro-eduwisata sekaligus melihat besarnya peluang sektor pertanian di masa depan," ujarnya, Sabtu, 25 Juli 2026.
Menurut Adityo, tema Heritage of Agriculture dipilih untuk mengangkat perjalanan panjang pertanian Indonesia yang berakar pada kearifan lokal dan terus berkembang menuju sistem pertanian modern yang produktif serta berkelanjutan.
"Warisan pertanian tidak hanya untuk dikenang, tetapi harus menjadi fondasi dalam membangun pertanian Indonesia yang lebih produktif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Karena itu, PAE merupakan wujud komitmen Petrokimia Gresik dalam mendukung ketahanan pangan nasional," jelasnya.
Adityo menambahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap regenerasi petani, PT Petrokimia Gresik juga menyerahkan beasiswa kepada 50 petani muda melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
Program tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu menjadi pelaku usaha agribisnis di masa depan.
"Melalui beasiswa ini, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, inovasi, dan semangat untuk membangun sektor pertanian yang semakin maju," katanya.