UPN “Veteran” Jawa Timur Dampingi Komunitas Lansia Kampung Lontong Ubah Limbah Daun Pisang Jadi Green Paperbag

Tim UPN Veteran Jatim Saat Memberikan Materi Pengolahan Limbah Daun Pisang di Komunitas Lansia Kampung Lontong.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, Jawa Timur-Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur melakukan pemberdayaan kepada Komunitas Lansia Kampung Lontong melalui pengolahan limbah daun pisang menjadi green paperbag berbasis ekonomi sirkular.

img_title COMMFEST 2026 UPN Jatim Buktikan Lulusannya Tetap Dibutuhkan di Era Digital

Pemberdayaan melalui pendanaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Jawa Timur ini digelar tanggal 15 dan 19 Juli 2026, di Kampung Lontong, Jalan Banyu Urip Lor X, Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

Program ini bertujuan mengubah limbah daun pisang sisa produksi lontong menjadi kemasan sekunder ramah lingkungan yang bernilai guna sekaligus bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

img_title Joki UTBK SNBT 2026 Terbongkar di Surabaya, Peserta Diduga Gunakan Identitas Palsu

Ketua tim pengabdian, Muhammad Rosyid Wardianto, S.T.P., M.Sc., mengatakan pengandian ini mengambil tajuk "Rahajóe: Pemberdayaan Komunitas Lansia Kampung Lontong melalui Pengolahan Limbah Daun Pisang Menjadi Green Paperbag Berbasis Ekonomi Sirkular”. Ia menjelaskan nama “Rahajóe” diambil dari kata “rahayu” yang bermakna sejahtera. Penamaan tersebut memuat harapan bahwa persoalan limbah dapat dijawab sekaligus membuka peluang produk kreatif berbasis ekonomi sirkular.

“Limbah daun pisang di Kampung Lontong sebenarnya bukan sampah, melainkan bahan baku yang belum tergarap. Melalui kolaborasi mahasiswa, dosen pendamping, dan masyarakat, kami ingin memastikan limbah ini berpindah dari tempat pembuangan menuju rantai produksi yang bernilai ekonomi,” ujar Muhammad Rosyid.

img_title 50 Mahasiswa Se Indonesia Terima Beasiswa CIMB Niaga, 9 Asal Jatim

Kampung Lontong dikenal sebagai sentra produksi lontong Kota Surabaya dengan sekitar 35 rumah produksi yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Lontong Mandiri (P2LM). Di balik geliat ekonominya, kawasan ini menghadapi persoalan limbah yang terus berulang.

Satu rumah produksi dapat menghasilkan sekitar satu sak limbah daun pisang berukuran 25 kilogram per hari, dan jumlah tersebut melonjak tiga hingga empat kali lipat pada musim ramai.

Selama ini sebagian besar limbah hanya dibuang atau diangkut sebagai sampah. Namun ada juga diolah menjadi kompos. Padahal daun pisang mengandung serat selulosa yang berpotensi diolah menjadi produk kreatif bernilai jual.

Lebih lanjut Muhammad Rosyid menjelaskan pada hari pertama, tim melakukan pretest untuk memetakan pemahaman awal peserta, dilanjutkan pemberian materi yang memuat latar belakang program, permasalahan limbah, alat dan bahan, diagram alir pembuatan kertas dari serat daun pisang, hingga peluang ekonomi kemasan yang dikembangkan.

Halaman Selanjutnya
img_title