National Hospital Surabaya Terapkan Adaptive DBS Berbasis AI untuk Parkinson
- Mokhamad Dofir
Secara epidemiologi global, kejadian Parkinson cenderung meningkat seiring meningkatnya angka harapan hidup. Semakin banyak masyarakat yang mencapai usia lanjut, semakin besar pula populasi yang berisiko mengalami Parkinson. Indonesia sendiri belum memiliki data epidemiologi Parkinson yang pasti sehingga masih mengacu pada statistik global.
Gejala utama Parkinson dikenal dengan istilah TRAP, yakni tremor, rigidity, akinesia, dan postural imbalance. Tremor ditandai dengan gemetar, rigidity berupa kekakuan otot, akinesia berkaitan dengan kelambatan gerakan, sedangkan postural imbalance merupakan gangguan keseimbangan.
Selain empat gejala utama tersebut, Parkinson dapat disertai gejala lain seperti gangguan penciuman, gangguan menelan, suara yang mengecil, gangguan artikulasi, tulisan tangan menjadi semakin kecil atau micrographia, hingga gangguan tidur.
Pencegahan spesifik Parkinson hingga kini belum dapat ditentukan karena penyebab penyakit tersebut belum diketahui secara pasti. Namun, pola hidup sehat seperti olahraga teratur, mengonsumsi makanan dan minuman sehat, menghindari paparan zat kimia berbahaya, serta menghindari benturan pada kepala dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan secara umum.