UNUSA Edukasi Santri Genggong Cegah Skabies Melalui Gerakan Santri Bebas Gatal
- Istimewa
Probolinggo, VIVA Jatim-Skabies masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dijumpai di lingkungan pondok pesantren karena tingginya interaksi antarsantri serta penggunaan fasilitas bersama.
Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama (UNUSA) pun memberikan edukasi kepada para santri di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo tentang Skabies melalui "Gerakan Santri Bebas Gatal Melalui Edukasi dan Pelatihan Skrining Dini Penyakit Skabies di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong beberapa waktu lalu. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan santri dalam mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Edukasi tersebut diikuti oleh 50 santri. Melalui penyuluhan dan pelatihan, peserta mendapatkan edukasi mengenai penyebab skabies, cara penularan, tanda dan gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren.
Selain memperoleh materi, para santri juga diperkenalkan pada teknik skrining dini sederhana untuk mengenali gejala awal skabies. Edukasi ini bertujuan agar santri mampu mengidentifikasi keluhan yang mengarah pada skabies. Sehingga dapat segera melaporkan dan memperoleh penanganan yang tepat sebelum penyakit menyebar kepada penghuni asrama lainnya.
Selain penyuluhan, tim pengabdian juga menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi para peserta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran santri terhadap pentingnya menjaga kondisi kesehatan, sekaligus memberikan kesempatan untuk melakukan deteksi dini terhadap berbagai masalah kesehatan yang dapat memengaruhi aktivitas belajar maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat UNUSA, dr., Meidyta Sinantryana Widyaswari, Sp.DV, FINDVSV, menjelaskan bahwa edukasi mengenai skabies merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan pesantren yang sehat.
"Skabies merupakan penyakit yang dapat menyebar dengan cepat apabila tidak dikenali dan ditangani sejak dini. Melalui kegiatan ini kami berharap para santri memahami cara mencegah penularan, mengenali gejala awal, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Selasa, 11 Agustus 2026.
Dalam sesi edukasi, tim pengabdian juga mengajak para santri untuk menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, seperti mandi secara teratur, mengganti pakaian dan sprei secara berkala, tidak saling meminjam pakaian maupun handuk, menjaga kebersihan kamar, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami keluhan gatal yang menetap, terutama pada malam hari.