Barata Indonesia Kirim Reaktor B100 untuk Dukung Pengembangan Energi Terbarukan Nasional
- Istimewa
Gresik, VIVA Jatim-PT Barata Indonesia (Persero) kembali memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan energi terbarukan nasional, melalui pengiriman Reaktor Biodiesel B100. Reaktor Biodiesel B100 tersebut akan dikirimkan ke Kalimantan Selatan yang merupakan pesanan dari PT Paripurna Swakarsa. Hal ini menegaskan peran Barata Indonesia yang mampu menghadirkan solusi teknologi manufaktur dalam negeri untuk mendukung pengembangan produksi biodiesel nasional.
Reaktor Biodiesel B100 merupakan peralatan yang digunakan dalam proses pengolahan CPO (Crude Palm Oil) menjadi biodiesel melalui proses esterifikasi dan transesterifikasi. Reaktor yang diproduksi Barata Indonesia tersebut dirancang untuk mendukung kebutuhan produksi biodiesel dalam skala industri.
Dalam kondisi full load, fasilitas Reaktor B100 yang diproduksi oleh Barata Indonesia terdiri atas enam reaktor dengan kapasitas masing-masing 500 liter, total 3.000 liter setiap enam jam. Kapasitas tersebut menunjukkan kemampuan manufaktur Barata Indonesia dalam menghasilkan peralatan proses untuk mendukung kebutuhan industri energi berbasis bahan baku nabati.
Pengembangan dan pemanfaatan biodiesel menjadi salah satu upaya untuk mendorong diversifikasi energi serta mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Berdasarkan data yang menjadi acuan pengembangan produk, penggunaan biodiesel berpotensi menghasilkan emisi hingga 48 persen lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil, sehingga turut mendukung upaya pengurangan dampak lingkungan dari sektor energi.
Direktur PT Barata Indonesia (Persero), Hertyoso Nursasongko, mengatakan bahwa pengiriman Reaktor B100 merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk meningkatkan kontribusi industri manufaktur nasional dalam mendukung kebutuhan teknologi di sektor energi.
“Barata Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung ketahanan energi nasional melalui pengembangan dan penyediaan produk manufaktur yang mendukung energi terbarukan. Kami ingin memastikan kapabilitas industri dalam negeri dapat mengambil peran nyata dalam menyediakan solusi teknologi yang dibutuhkan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujar Hertyoso dalam keterangan tertulisnya.
Pengiriman Reaktor B100 tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kemampuan industri manufaktur nasional dapat diarahkan untuk mendukung kebutuhan peralatan di sektor energi terbarukan.
Melalui penguatan kapasitas dan kompetensi manufaktur dalam negeri, Barata Indonesia terus mendorong hadirnya produk bernilai tambah yang dapat mendukung kemandirian industri, keberlanjutan, dan ketahanan energi nasional.