Mengapa Literasi Keuangan Penting bagi Generasi Muda? Ini Penjelasannya
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-Memberikan edukasi tentang pengelolaan keuangan sangat tepat dilakukan sejak usia muda. Dan yang paling tepat edukasi tersebut diberikan saat mereka duduk di bangku kuliah.
Ketua Panitia Top Agent & Distribution Excellence Awards atau TADEA 2026, Antonius Probosanjoyo menjelaskan alasan pentingnya literasi keuangan dimulai sejak di bangku kuliah. Karena mereka mulai memikirkan tentang masa depan dan karirnya.
"Jadi pengelolaan keuangan itu harus dimulai sejak dini. Dan yang paling tepat itu adalah pada saat mereka sudah duduk di bangku kuliah, karena disitu mereka juga sudah memulai untuk menyiapkan atau melakukan training terhadap karir mereka, terhadap masa depan mereka," ujarnya di sela-sela Smart Financial Day 2026 di Unair.
Antonius mengungkapkan, saat ini baru 60 persen yang memahami tentang literasi keuangan. Meskipun diakui Antonius, secara inklusi keuangan sudah mulai tumbuh cukup tinggi yakni mencapai 80 persen.
"Harus seiring, jadi pemahaman dan melakukan, berarti mereka sudah membeli produk jasa keuangan itu harus diimbangi atau dibarengi dengan pemahaman yang benar-benar paham. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang misalnya nanti mereka tidak tahu, ternyata apa yang mereka beli, apa yang mereka lakukan ini mengandung risiko," tambahnya.
Namun, Antonius menambahkan inklusi terhadap asuransi jiwa masih rendah yaitu baru 28 persen. Hal oni menjadi pekerjaan rumah bagi industri keuangan bagaimana masyarakat didorong untuk bisa memiliki asuransi. Di negara-negara maju, kata Antonius, per individu bisa memiliki lebih dari satu asuransi.
"Nah seiring dengan berkembangnya masyarakat sehat, terutama juga segmen menengah Indonesia, itu harus bisa mulai asuransi. Dan untuk itu kita harus memulainya dari dini. Paling lambat itu pada saat mereka ini berada di panggung kuliah. Mereka sudah melakukan istilahnya rencana untuk ke depannya," katanya.
Antonius mengakui bahwa harus banyak sosialisasi kepada masyarakat oleh para agen tentang pentingnya asuransi. Dan semua industri keuangan memang memiliki tantangan yang sama yakni meyakinkan masyarakat tentang keuangan, termasuk asuransi.