Jasindo Catat Pertumbuhan Premi 53,38% di Jatim, Kini Bidik Sektor Produktif
- Dok. Asuransi Jasindo via VIVA.co.id
Surabaya, VIVA Jatim – PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau dikenal dengan Asuransi Jasindo melalui Representative Office (RO) Surabaya mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 53,38 persen hingga Juni 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy). Ke depan, Asuransi Jasindo akan fokus untuk melakukan penguatan di sektor produktif.
Pertumbuhan kinerja hingga paruh pertama 2026 tersebut mencerminkan bisnis Asuransi Jasindo di Jawa Timur terus menguat dan bertumbuh, seiring dengan strategi perusahaan memperluas pasar sekaligus meningkatkan penetrasi pada sektor-sektor produktif di wilayah tersebut. Hingga Juni 2026, RO Surabaya membukukan premi sebesar Rp36,33 miliar, meningkat dari Rp23,68 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh penguatan hubungan dengan nasabah eksisting, pengembangan pasar lokal, serta penjajakan peluang bisnis baru di berbagai sektor ekonomi di Jawa Timur.
Representative Office Manager Surabaya Asuransi Jasindo, Rina Maryana, mengatakan Jawa Timur memiliki potensi pasar yang besar seiring dengan beragamnya aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, mulai dari industri, perdagangan, logistik, konstruksi hingga berbagai sektor usaha lainnya.
“Jawa Timur memiliki aktivitas ekonomi yang sangat beragam. Karena itu, kami melihat peluang untuk terus memperluas jangkauan perlindungan asuransi, baik kepada nasabah eksisting maupun pasar baru,” katanya dalam keterangan diterima VIVA Jatim pada Jumat, 14 Agustus 2026.
“Kami ingin kehadiran Asuransi Jasindo tidak hanya dirasakan sebagai penyedia produk asuransi, tetapi juga sebagai mitra yang membantu nasabah memahami dan mengelola risiko usahanya,” imbuh Rina.
Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, RO Surabaya terus memperkuat penetrasi pada segmen ritel dan korporasi, sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai pelaku usaha dan institusi di Jawa Timur. Strategi tersebut dilakukan untuk memperluas basis bisnis sekaligus membangun portofolio yang lebih beragam dan berkelanjutan.
Rina menegaskan, ekspansi bisnis tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas portofolio dan prinsip kehati-hatian dalam proses underwriting.
“Pertumbuhan premi bukan satu-satunya indikator bisnis yang kami kejar. Kami juga memastikan setiap bisnis yang diperoleh memiliki kualitas risiko yang baik dan sesuai dengan prinsip underwriting perusahaan. Dengan begitu, pertumbuhan bisnis dapat berjalan secara sehat sekaligus memberikan solusi perlindungan yang tepat bagi para tertanggung,” tandasnya.