Unesa Dampingi Emak Emak Lereng Gunung Ijen Produksi Sabun Kopi
- Istimewa
Bondowoso, VIVA Jatim-Tim International Community Development (ICD) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali memberikan pendampingan produksi kopi kepada emak-emak di Lereng Gunung Ijen, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Bondowoso.
Ketua Pelaksana ICD Unesa, Dr. Mufarrihul Hazin, M.Pd., mengatakan pendampingan diperlukan agar keterampilan yang diperoleh masyarakat tidak berhenti setelah sesi demonstrasi.
“Pelatihan adalah titik awal. Ketika peserta mencoba kembali, biasanya muncul pertanyaan dan kendala baru. Di situlah pendampingan menjadi penting, karena masyarakat mempunyai kesempatan untuk mengevaluasi praktik mereka dan perlahan membangun kemampuan secara mandiri,” ujar Mufarrihul dalam keterangan tertulisnya.
Perwakilan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan Bondowoso, Lia Fuji, menilai pengembangan keterampilan produktif dapat membuka ruang yang lebih luas bagi perempuan untuk terlibat dalam ekonomi masyarakat.
“Pemberdayaan akan lebih kuat ketika perempuan tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi mempunyai kesempatan untuk mempraktikkan, bekerja bersama, dan mengembangkan keterampilan tersebut sesuai kondisi keluarga maupun lingkungan mereka,” ujarnya.
Pendampingan yang dilaksanakan pada 20-21 Juli 2026 merupakan lanjutan pelatihan tahap pertama bulan Februari sekaligus memperkuat keterampilan yang didapatkan sebelumnya.
Pada kegiatan awal, kelompok perempuan, pelaku usaha rumah tangga, kader desa, dan masyarakat dikenalkan pada pemanfaatan kopi sebagai bahan pengembangan produk bernilai tambah.
Peserta juga memperoleh pemahaman awal mengenai proses produksi sabun kopi dan peluangnya untuk dikembangkan sebagai kegiatan produktif rumah tangga.
Pada kegiatan Juli, proses belajar dibawa lebih dekat pada praktik. Peserta bersama Tim ICD Unesa meninjau kembali tahapan produksi, penggunaan bahan dan peralatan, kerapian proses kerja, konsistensi produk, serta kemungkinan pengembangan pengemasan sederhana.
Diskusi juga diarahkan pada kendala yang muncul ketika peserta mencoba mengulang proses setelah pelatihan, sehingga pendamping dapat membantu mengidentifikasi bagian yang masih membutuhkan latihan.
Dosen Unesa, Dr. Ima Widiyanah, S.Pd., M.Pd., yang tercantum sebagai pemateri pada sesi sabun kopi Februari, menekankan pentingnya konsistensi sebagai salah satu bagian penting dalam tahap lanjutan.
“Peserta sudah memiliki pengalaman awal. Pendampingan berikutnya adalah membantu mereka memahami proses secara lebih runtut dan konsisten. Produk berbasis potensi lokal memiliki peluang, tetapi kualitas proses, kerapian, dan kemampuan kelompok untuk terus belajar tetap menjadi fondasinya,” jelasnya.