Mahasiswa Unesa Ciptakan Buku Interaktif Zuan dan Wony untuk Kenalkan Gaya Hidup Zero Wasten
- Rachmad Fahrizal Tito
Surabaya, VIVA Jatim-Persoalan sampah yang terus menjadi tantangan lingkungan mendorong perlunya edukasi sejak usia dini. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa D4 Desain Grafis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Tabitha Ayu Putri Ning Bestari, mengembangkan buku ilustrasi interaktif berjudul “Zuan dan Wony: Petualangan 5R”.
Buku tersebut dirancang sebagai media edukasi untuk mengenalkan gaya hidup zero waste kepada siswa sekolah dasar melalui cerita visual, aktivitas fisik, hingga teknologi digital.
Karya itu dikembangkan Tabitha sebagai proyek tugas akhir sekaligus media edukasi lingkungan dalam program SIER Mengajar 1. Ia memanfaatkan pendekatan desain grafis untuk membuat isu pengelolaan sampah yang cukup kompleks menjadi lebih sederhana dan dekat dengan dunia anak.
“Desain grafis memiliki kekuatan luar biasa untuk menyederhanakan isu ekologi yang kompleks menjadi petualangan visual yang taktil dan mudah dipahami oleh kognisi anak-anak,” ujar Tabitha, Sabtu, 16 Agustus 2026.
Melalui karakter Zuan dan Wony, anak-anak diajak mengikuti petualangan edukatif untuk memahami konsep 5R, yakni Refuse, Reduce, Reuse, Recycle, dan Rot.
Kelima konsep tersebut dikemas melalui alur cerita interaktif sehingga materi mengenai pengurangan dan pengelolaan sampah tidak terasa seperti pembelajaran yang monoton.
Tabitha merancang buku tersebut dengan menggabungkan pengalaman membaca konvensional dan interaksi digital. Sejumlah halaman dilengkapi elemen visual yang dapat disentuh melalui fitur buka-tutup.
Tidak hanya itu, terdapat pula QR Code yang dapat dipindai untuk mengakses konten digital berupa permainan edukatif.
Dengan konsep tersebut, anak-anak tidak hanya membaca cerita, tetapi juga dapat melakukan aktivitas secara langsung serta mengeksplorasi materi tambahan menggunakan perangkat digital.
Pendekatan itu diharapkan membantu anak memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta menggunakan kembali barang yang masih memiliki nilai guna.
Untuk memperluas kampanye edukasi lingkungan, Tabitha juga mengembangkan sejumlah media pendukung. Di antaranya video animasi motion graphic, pemetaan konten media sosial, hingga produk turunan berupa tas bekal dan perangkat berkebun.
Berbagai media tersebut dirancang agar pesan mengenai gaya hidup zero waste dapat diterapkan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian anak.