FK UNUSA Edukasi Gizi Seimbang untuk Dukung Kebugaran dan Konsentrasi Belajar Santri
- Istimewa
Surabaya, VIVA Jatim-Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (FK UNUSA) melaksanakan edukasi gizi seimbang di Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin. Tim menilai santri membutuhkan asupan gizi yang memadai di tengah padatnya aktivitas belajar, ibadah dan kegiatan fisik.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FK UNUSA, dr. Nanda Fadhilah Witris Salamy, M.Si mengatakan dengan asupan gizi yang cukup akan mendukung kebugaran dan konsentrasi belajar santri.
Nanda menuturkan tim memberikan edukasi mengenai pemilihan makanan yang beragam serta kecukupan energi dan protein. Termasuk menekankan pentingnya konsumsi buah dan sayur.
"Ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman santri dan pengelola pesantren mengenai pentingnya pola makan bergizi seimbang dalam mendukung kebugaran fisik dan konsentrasi belajar," ujarnya, Rabu, 2 September 2026.
Nanda menambahkan para santri juga diajak memahami bahwa makanan bukan sekadar untuk menghilangkan rasa lapar, tetapi menjadi sumber energi yang dibutuhkan tubuh untuk belajar dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Menurut Nanda, tim tidak hanya menyasar santri, tetapi juga mendorong pengelolaan makanan di lingkungan pesantren agar semakin memperhatikan prinsip gizi seimbang.
Tim juga memberikan pendampingan mengenai penyusunan menu sehat dengan mempertimbangkan variasi makanan pokok, lauk sumber protein, sayuran, dan buah yang dapat disesuaikan dengan kondisi serta ketersediaan bahan pangan di pesantren.
"Sebagai media pendukung, tim menggunakan leaflet edukatif untuk membantu penyampaian informasi gizi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami," tuturnya.
Nanda mengungkapkan program pengabdian juga mencakup pengenalan pemantauan status gizi sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan santri secara berkelanjutan.
Menurut Nanda, perhatian terhadap gizi menjadi penting karena kehidupan di pesantren memiliki karakteristik aktivitas yang padat. Sehingga pola makan yang baik diharapkan dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang mendukung kesiapan santri dalam menjalani proses pendidikan.
"Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pesantren diharapkan dapat mendorong terbentuknya lingkungan yang semakin mendukung pola hidup sehat. Ke depan, edukasi dan pendampingan gizi diharapkan dapat terus diterapkan secara mandiri melalui pengelolaan menu sehat serta penguatan peran kader gizi di lingkungan pesantren," katanya.