Peringati HUT SPSI ke-51, Khofifah Minta Jaga Iklim Positif Investasi di Jatim

Khofifah saat menghadiri HUT SPSI ke-51
Sumber :
  • Nur Faishal/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh buruh di Jawa Timur untuk terus menjaga stabilitas ekonomi dan politik di Jawa Timur guna menjaga iklim positif bagi investasi di Jawa Timur.

Terungkap! Wanita Asal Tuban yang Ngaku Dirampok Ternyata Palsu, Modus Investasi Bodong

Menurut Khofifah, stabilitas ekonomi dan politik merupakan kunci keberlanjutan investasi. Hal tersebut disampaikan Khofifah bertepatan dengan perayaan HUT Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) ke-51 tahun 2024. 

“Seberapa pun menariknya investasi secara nilai keekonomian, namun tanpa adanya stabilitas ekonomi dan politik, maka para investor sangat mungkin pergi dan memilih daerah atau negara lain,” ungkap Khofifah di Kota Surabaya, Selasa, 20 Februari 2024.

Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Lamongan Tanam Pisang di Jalan Rusak

Khofifah menyebut, investasi merupakan tulang punggung perekonomian bangsa lantaran tidak hanya sekadar mampu menciptakan lapangan kerja dan memproduksi barang/jasa, namun juga membantu menciptakan nilai tambah bagi ekonomi Indonesia.

Maka dari itu, Khofifah berharap seluruh buruh di Jawa Timur dapat membangun hubungan yang harmonis antar pekerja, pengusaha maupun dengan pemerintah. Khofifah yakin, positifnya iklim investasi di Jawa Timur mampu mendorong peningkatan kesejahteraan buruh dan juga masyarakat.

Bahan Petasan 1 Kg Hancurkan Rumah di Bangkalan, 1 Tewas 2 Luka-luka

“Investasi menjadi penopang keberlanjutan pembangunan, menciptakan nilai tambah, mendorong keadilan ekonomi dan bahkan membantu mewujudkan demokrasi ekonomi. Karenanya, ayo kita jaga terus Jawa Timur agar aman dan nyaman bagi siapapun,” imbuhnya.

Sebagai informasi, pembangunan ekonomi di Jatim sepanjang 2023 terbilang sangat positif. Bila dibandingkan dengan Provinsi lain di Jawa, ekonomi Jatim pada Triwulan III 2023 tumbuh sebesar 1,79 persen dan menjadi yang tertinggi di antara provinsi lain di Pulau Jawa. 

Halaman Selanjutnya
img_title