Babe Bambang Ajukan Gugatan Pembatalan Kepemilikan Merek Minyak Kutus Kutus, Kini Jadi Sanga Sanga
- Rahmat Fajar
"Padahal transformasi ini sudah dilakukan dengan perubahan logo yang jauh berbeda dari versi lama," katanya.
Alasan utama lainnya yakni adanya permintaan sejumlah uang yang tidak wajar dari FHS jika Babe Bambang masih ingin menggunakan merek Minyak Kutus Kutus. Babe Bambang menegaskan bahwa ia sendiri adalah pencipta dan peracik Minyak Kutus Kutus.
Keberadaan pabrik lama yang lengkap dengan peralatan produksi, minyak dari tahapan percobaan hingga menjadi produk final salah satu bukti bahwa Babe Bambang sebagai pencetus. Kemudian berbagai postingan yang telah membangun nama Kutus Kutus sejak awal. Berbagai ulasan di media online dan offline yang telah beredar luas selama ini tentang siapa pencetus Minyak Kutus Kutus tersebut juga bukti lainnya.
Babe Bambang mengatakan FHS sendiri merupakan anak sambungnya. Dia adalah anak asli dari almarhumah mantan istrinya Lilies Susanti Handayani. Saat menikahi Lilies, FHS masih berusia sekitar 10 tahun. Dan ketika Babe Bambang mulai meracik Minyak Kutus Kutus pada 2013, FHS sudah remaja.
Babe Bambang mengatakan pengajuan gugatan pembatalan merek tersebut juga berdasarkan anjuran dari BPOM dan DJKI agar tidak membingungkan konsumen. Dan kini merek Sanga Sanga telah terdaftar di DJKI dan bersertifikat halal sejak 2024.
Babe Bambang lalu bercerita awal mula lahirnya produk Minyak Kutus Kutus yakni ketika ia mengalami lumpuh. Berbagai pengobatan dilakukan namun tidak berhasil. Babe Bambang kemudian kembali mengingat ajaran leluhurnya sebagai orang Jawa.
"Kita itu kan dikasih pelajaran sama nenek moyang kalau ada masalah Muliyo, pulang tapi pulang secara batin. Saya mengadakan ritual kecil untuk diri saya sendiri. Dari situ nenek moyang masih ingat saya. Apakah itu nenek moyang entah siapa saya gak tahu. Tapi dialog saya dengan leluhur siapapun juga karena wajahnya gak keluar saya disuruh bikin minyak," tutur Babe Bambang.
Babe Bambang mengatakan dari proses perjalanan ritual hingga diperintahkan membuat minyak tersebut, ia kemudian menemukan 49 bahan dalam pembuatan minyak itu. Di saat bersamaan Babe Bambang mengaku menemukan cara pembuatan minyak sebagaimana pembuatan minyak tradisional pada umumnya.