Penjual Es Puter di Mojokerto Ditipu Pria Ngaku Polisi, Uang Rp 9 Juta untuk Bayar Kuliah Anak Amblas
- M. Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim-Seorang penjual es puter di Mojokerto bernama Slamet Widodo (49) menjadi korban penipuan pria mengaku anggota polisi. Uang senilai Rp 9 juta lebih untuk membayar kuliah anaknya amblas.
Slamet menuturkan, peristiwa penipuan menimpa dirinya terjadi pada Sabtu, 12 April 2025 sekitar pukul 11.30 WIB. Mulanya, ia berhenti untuk istirahat sembari makan mie ayam setelah jualan keliling di simpang empat Jalan Pranpanca.
Tiba-tiba seorang pria tak dikenalnya datang menghampiri. Seingat dia, pria itu menggunakan sepada motor Honda Beat warna hitam bernopol L (satu angka pertama tak diingat) 744 QS.
Pelaku yang mengaku sebagai polisi dari Polres Mojokerto Kota mengajak ke kantor di Jalan Bhayangkara karena akan diborong.
“Saya semangat karena mau ditebas. Sempat pamitan sama teman-teman, terus jalan,” kata dia saat ditemui di depan SMPN 4 Kota Mojokerto, Rabu, 16 April 2025.
Slamet pun buru-buru mendorong gerobak es puternya mengikuti pelaku. Tetapi, baru berjalan sekitar 20 meter, tepatnya di depan Indomaret Jalan Brawijaya, ia diberhentikan oleh pelaku.
Pelaku merangkulnya sembari meminta menyerahkan KTP beserta tas yang disimpan di dalam laci gerobak. Karena diancam akan ditembak, ia pun tak berani melawan.
“Macem-macem tak tembak koen (macam-macam aku tambak kamu),” kata Slamet menirukan perkataan pelaku saat itu.
Pria asal Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ini mengaku dompetnya berisi KTP, SIM A, SIM C dan uang tunai Rp 9 juta lebih. Ia mengungkapkan, pelaku mengambil uang itu dengan dalih sebagai jaminan datang ke Polres.
“Saya merasa digendam, pokok saya nurut. Takut tapi pikiran saya buyar,” ujarnya.
Setelah dompet berisi uang dipegang, pelaku lantas meminta korban mengikuti pelaku melewati Jalan Kartini. Namun, saat melintas depan Gubug Wayang pelaku tancap gas dan janjian bertemu di Bakso sekitar Pasar Tanjung Anyar.
Setibanya di simpang empat kartini, korban kehilang jejak pelaku. Kendati begitu, ia tetap mengayuh gerobaknya menuju pasar. Ia sempat berhenti di Jalan Jaksa Agung Suprapto (Joko Sambang lawas. Di situlah ia menyadari menjadi korban penipuan.