Korban Dukun di Mojokerto Setubuhi Siswi SD Bertambah Jadi 3 Orang
- VIVA Jatim/M Lutfi Hermansyah
Mojokerto, VIVA Jatim – Kasus pelecehan seksual terhadap siswi SD oleh dukun di Kecamatan Kemlagi, Mojokerto, bernama Elyas Yasak (50), terus bergulir. Polisi telah menerima laporan tambahan korban.
KBO Satreskrim Polres Mojokerto Kota Iptu Yuda Yulianto mengatakan, penyidik bergerak cepat menangani kasus ini sebagaimana arahan Kapolres AKBP Daniel S Marunduri dan Kasat Satreskrim AKP Siko Siko Sesaria Putra Suma.
Ia menyampaikan, sejauh ada tambahan dua korban yang melapor ke kepolisian, sehingga total ada tiga korban persetubuhan yang dilakukan Elyas.
Namun, kejadian dua korban yang baru melapor tersebut sudah berlangsung lama. Kini keduanya sudah berusia dewasa.
“Untuk sementara (korban) satu. Kemudian ada laporan dua yang masih kita dalami. Yang dua ini kejadian sudah lama, mereka sekarang sudah dewasa,” katanya kepada wartawan, Jumat, 25 April 2025.
Berdasarkan keterangan korban pertama, pelaku memerkosa korban sebanyak 10 kali. Tetapi, pelaku sempat berbelit-belit dan tak mengakui perbuatannya. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif akhirnya mengakui.
“Pengakuaan korban yang pertama mengakui 10 kali. Awalnya pelaku tidak mengakui, kita konfrontir dengan korban akhirnya mengakui. Untuk yang dua korban lain masih kita dalami,” ungkap Yuda.
Ia menyebut, penyidik masih terus mendalami dan memeriksa saksi serta barang bukti kasus pelecehan seksual tersebut. Juga akan menelusuri kemungkinan ada korban lain yang dirugikan oleh tindakan tersangka.
“Masih kita dalami lagi untuk korban lain,” ujar Yuda.
Dari hasil pemeriksaan, Elyas melakukan aksi bejatnya dengan modus mengajak korban untuk melakukan ritual doa.
Pelaku mengajak korban ke kamar dengan dalih melakukan doa untuk mendoakan nenek korban, yang sudah meninggal dunia. Lokasinya di kamar rumah korban dan pelaku.
“Pelaku ini seolah olah guru spiritual kemudian diajak ke kamar, kemudian solah-olah diajari solat. Tidak tahunya disetubuhi di dalam kamar. Tempatnya di rumah korban dan pelaku,” beber Yuda.
Atas kejadian ini, Yudha mengimbau orang tua agar selalu mengawasi anak-anak mereka agar tidak menjadi korban kejahatan seksual.
“Kami mengimbau masyarakat mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai sendirian, apapun yanh terjadi mereka pengawasan. Jangan sampai dimanfaatkan orang-orang yang tidak bertanggungjawab apalagi mengatasnamakan guru spritual atau yang lainnya,” tutur Yudha.