Penjelasan Sang Seniman Soal Patung Biawak di Solo yang Menelan Rp50 Juta Dinilai Terlalu Mahal

Seniman dan karya patung biawaknya
Sumber :
  • Viva

VIVA JatimPatung biawak raksasa di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah menjadi sorotan publik akhir-akhir ini di media sosial.

img_title Tujuh Seniman Muda Donasikan Lukisan ke RS Premier Surabaya, Diharapkan Jadi Terapi Healing

Kehebohan tersebut lantaran patung biawak tersebut sangat realistis hingga nyaris seperti aslinya. Tak jarang, publik mengira patung tersebut adalah biawak sungguhan.

Patung dengan tampilan yang sangat realistis ini sontak menarik perhatian publik karena kemiripannya dengan satwa aslinya, hingga tak sedikit yang mengira patung tersebut adalah biawak sungguhan.

img_title Vesak Festival 2026 Pecahkan Rekor MURI, Rupang Buddha Transparan Raksasa Jadi Sorotan di Surabaya

Patung setinggi 7 meter itu berdiri kokoh di pinggir Jalan Raya Nasional Ajibarang–Secang, tepatnya di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Wonosobo.

Karya ini merupakan buah tangan dari seniman lokal, Rejo Arianto, yang dikenal sebagai lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dengan latar belakang seni rupa murni, khususnya seni lukis. 

img_title Inara Buka Sisi Personal dari Kehidupan Barunya Bersama Insanul Fahmi

Namun, viralnya patung ini tak hanya soal bentuknya yang memukau, tetapi juga lantaran kabar bahwa pembangunan tugu tersebut memakan dana sebesar Rp50 juta. Angka itu dianggap terlalu besar oleh sebagian masyarakat. Menanggapi hal ini, Rejo memberikan klarifikasi.

“Kalau tahu prosesnya, saya ngawali aja sampai berhutang, kalau ditulis Rp 50 juta lalu 'wuih banyak sekali' padahal apapun kalau berpikirnya tidak cukup maka tidak cukup, tapi saya minta kepada Pak Bupati mohon maaf saya dimandatkan dana seadanya,” ungkap Rejo, dilansir TikTok @om.gendut18.

Rejo menegaskan bahwa berapapun dana yang diberikan, ia akan tetap berusaha memberikan yang terbaik. 

“Seandainya saya diberi Rp5 juta, saya pasti buat semampu saya, sebisa saya ya jadinya selima juga itu tadi,” tambahnya.

Rejo juga menekankan bahwa motivasinya murni untuk berkontribusi terhadap daerah kelahirannya, bukan semata soal anggaran.

“Saya ingin membangun Wonosobo, bukan nominalnya berapa tapi sebaik apa saya memberi Wonosobo, apapun yang saya berikan ke Wonosobo. Jadi saya cukup bahagia kalau teman-teman dan sedulur-sedulut Wonosobo suka, terima kasih sekali dukungannya,” jelasnya.

Dibuat dalam waktu sekitar satu setengah bulan, Rejo menyelesaikan bagian patung utama hanya dalam waktu satu minggu. Ukurannya bahkan melebihi rencana awal yang hanya tiga meter.

Halaman Selanjutnya
img_title