Perayaan Paskah, Bupati Kediri Sampaikan Bela Sungkawa untuk Paus Fransiskus
- Prokopim Kediri
Kediri, VIVA Jatim – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana turut berbela sungkawa mendalam atas wafatnya Paus Fransiskus. Hal itu beliau utarakan langsung dalam momen menghadiri Perayaan Paskah Umat Katolik kemarin.
Bupati Dhito mengatakan sosok Paus Fransiskus merupakan tokoh besar dunia yang konsen membawa misi kemanusiaan. Oleh sebab itu, kepergian Paus Fransiskus menjadi duka bagi umat dunia.
"Kami menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Bapak Paus Fransiskus yang pada tanggal 21 (April) kemarin wafat," ujar Hanindhito Himawan Pramana.
Mas Dhito, sapaan akrabnya ini menambahkan wafatnya Paus Fransiskus meninggalkan duka yang mendalam bagi banyak negara. Pasalnya, Pemimpin Katolik ini dikenal sebagai salah satu sosok yang memberikan dukungan terhadap warga di Palestina.
Oleh karenanya, dikatakan Mas Dhito, Paus Fransiskus menjadi simbol toleransi, kasih, samlai persaudaraan lintas agama. Alhasil bisa menjadi contoh untuk keberlangsungan umat beragama.
Sejalan apa yang menjadi kampanye soal toleransi diharapkan juga dimiliki oleh pemerintah daerah. Mas Dhito menerangkan dalam memutuskan kebijakan pemerintah tidak bisa tebang pilih. Program harus merata kepada semua golongan.
"Sehingga keteladanan beliau semoga bisa berlanjut bagi kita yang masih hidup di dunia," tegasnya.
Sementara dalam agenda tersebut Mas Dhito juga didampingi oleh Wakilnya Dewi Mariya Ulfa serta jajaran Forkopimda. Beliau tak lupa juga menyampaikan selamat kepada seluruh umat Katolik yang tengah merayakan Paskah.
Keberadaan Mas Dhito dalam perayaan mendapatkan respon baik oleh Uskup Surabaya, Monsinyur Agustinus Tri Budi Utomo. Ia menjelaskan hadirnya petinggi daerah dalam perayaan Paskah merupakan simbol penguat toleransi.
Beliau mengaku dalam momen perayaan ini bisa membawa kedamaian bagi seluruh umat Katolik. Pun juga memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat di Bumi Panjalu.
"Semua umat Katolik di Kediri merasakan damai, merasakan perlindungan, merasakan pengakuan. Alhasil, umat Katolik bisa ikut serta berkontribusi ke masyarakat Kabupaten Kediri," pungkasnya.