Tantangan Perempuan Sumber Keteladanan dalam Keluarga di Era Digital
- VIVA Jatim/Madchan Jazuli
Trenggalek, VIVA Jatim – Kaum perempuan perlu menguatkan peran strategis dalam pemberdayaan masyarakat melalui integritas dan konsistensi sekaligus dibutuhkan sinergitas agar tercipta lingkungan berkualitas.
Demikian ditegaskan Ketua Pimpinan Daerah Badan Koordinasi Majlis Taklim Masjid-Dewan Masjid Indonesia (BKMM-DMI) Trenggalek, Hj Nadhirotul Ulfa pada acara Halaqah Cinta Perempuan Smart, pada Sabtu, 26 April 2025.
Bertema 'Menguatkan Cinta Keluarga dan Dakwah Digital dalam Membumikan Keadilan Gender', halaqah yang diikuti puluhan aktivis perempuan hingga pimpinan majelis taklim se-Trenggalek itu juga dikemas dengan halal bihalal dan peringatan Hari Kartini.
"Pun juga kolaborasi para tokoh perempuan dalam pengembangan kualitas sumber daya masyarakat dalam memakmurkan masjid dan majelis taklim," kata Ulfa.
Menurut dia, masing-masing perempuan mempunyai passion untuk mewujudkan potensi dirinya dan mampu menerapkan antara peran domestik dan publik sesuai dengan kemampuannya.
Dia mendorong anggota BKMM-DMI Trenggalek supaya berfikir kritis, pertajam hati dan luhur budi pekerti.
Hadir pemateri lainnya, Atik Lum'atul Hauro, Alfi Sa'adah, dan Ning Rodliyatan Mardliyah atau Ning Intan.
Ning Intan memaparkan tantangan Kartini jaman now dalam menguatkan literasi digital.
"Perempuan sekarang harus bisa belajar mentransformasikan semua perkembangan teknologi informasi. Lebih cerdas dan adaptif mendidik putra-putrinya dan bisa menjadi sumber keteladanan dalam keluarganya," tegasnya.