Sulitnya Medan Evakuasi Fahrul, Pendaki yang Jatuh di Jurang Gunung Saeng Bondowoso
- SAR Surabaya
Bondowoso, VIVA Jatim – Satu tim dari Kantor SAR Surabaya dikerahkan guna memperkuat proses evakuasi terhadap seorang pendaki yang jatuh ke jurang di kawasan Gunung Saeng, Kabupaten Bondowoso.
Informasi ini dibenarkan oleh Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit P. H., S.IP., M.M., yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC) dalam operasi SAR tersebut.
“Pada Sabtu sore kemarin, kami memberangkatkan satu tim yang terdiri dari lima personel menuju Posko Operasi SAR Gunung Saeng di Bondowoso,” ujar Nanang.
Kemudian, pada Minggu 4 Mei 2025 pukul 06.00 WIB, kelima personel tersebut diberangkatkan dari posko menuju lokasi ditemukannya korban. Mereka membawa perlengkapan tambahan, termasuk peralatan mountaineering, alat komunikasi, dan perangkat navigasi darat.
Tim ini didampingi oleh empat porter, satu personel Satgas Gunung Saeng, serta dua orang dari Siluman Rescue. Diperkirakan mereka tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB.
Fahrul Ditemukan Tim SAR Gabungan di Jurang Gunung Saeng.
- SAR
Perbantuan personil ini diperlukan mengingat upaya evakuasi hari sebelumnya menyebabkan dua orang tim SAR gabungan mengalami cidera akibat medan berbatu yang menimpa tim saat berupaya mengevakuasi korban. Andi Irawan, koordinator Pos SAR Jember selaku komandan tim menjelaskan bahwa kesulitan lain dalam evakuasi ini ialah faktor cuaca.
"Jadi diatas jam 12 siang itu mulai hujan dan berkabut, medan yang berbatuan tersebut menjadi licin dan reruntuhan batu dari atas bisa mengenai tim penyelamat" jelasnya.
Sulitnya Medan Mengevakuasi Fahrul.
- SAR Surabaya
Korban asal Jember atas nama Fahrul Hidayatullah (18) sebelumnya sudah ditemukan tim SAR gabungan dengan bantuan pantauan thermal drone milik Basarnas pada Jumat (02/05). Sejak saat itu tim SAR gabungan telah berupaya untuk mengevakuasi korban yang ditemukan dijurang dengan kedalaman kurang lebih 150 meter tersebut dengan sistem lifting atau penarikan.
"Kendala lainnya yaitu saat penarikan korban prosesnya terhalang ranting ranting dan batu batu" imbuh Andi.
Hingga saat ini, upaya evakuasi terhadap Fahrul masih berlanjut.