Sudah 4.171 CJH Embarkasi Surabaya Tiba di Tanah Suci, Diminta Waspada Cuaca Ekstrem
- Nur Faishal/Viva Jatim
Surabaya, VIVA Jatim – Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya sudah memberangkatkan 11 kelompok terbang (kloter) Calon Jemaah Haji (CJH) ke Tanah Suci hingga Senin, 5 Mei 2025. Jumlahnya total 4.171 orang.
Rombongan CJH kloter kesebelas diterbangkan dari Bandara Internasional Juanda Surabaya menuju Madinah, Arab Saudi, pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Setelah itu, dijadwalkan menyusul rombongan CJH kloter selanjutnya.
Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Akhmad Sruji Bahtiar mengimbau kepada para jemaah haji Embarkasi Surabaya yang telah tiba di Kota Madinah agar waspada terhadap cuaca panas ekstrem yang melanda kota suci tersebut.
Dia menjelaskan, suhu Udara di Madinah saat ini diprakirakan 36 derajat celcius sampai 41 derajat celcius pada siang hari.
"Karena itu kami berpesan pada para jemaah untuk lebih sering minum air agar tidak terjadi dehidrasi, utamanya kami imbau para jemaah dapat meminum air zam-zam untuk membantu menjaga kondisi tubuh,” pesannya.
Untuk menghadapi cuaca ekstrem, Sruji berpesan kepada para jemaah haji untuk menjaga kesehatan dan memanfaatkan waktu ibadah di Masjid Nabawi secara bijak.
“Inti ibadah haji akan dilaksanakan di Kota Makkah, karena itu para jemaah kami imbau untuk tidak memaksakan diri ibadah di luar kemampuannya selama berada di Madinah. Persiapkan kondisi lahir batin untuk melaksanakan rangkaian ibadah haji di Makkah,” tuturnya.
Sruji menyampaikan kabar duka atas meninggalnya seorang jemaah haji Embarkasi Surabaya bernama Isdiyono Taslim Atmo Suwito (60 tahun), warga Pakel, Kabupaten Tulungagung. Isdiyono meninggal dunia saat dirawat di RS Haji Surabaya.
Jenazahnya sudah diserahkan ke pihak keluarga dan sudah dimakamkan.
"Kami turut berbela sungkawa. Semoga beliau ditempatkan di surga dan keluarga diberi ketabahan," kata Sruji.
Sejatinya, Isdiyono berangkat haji bersama istrinya, Sunarmi Mrakih (57). Keduanya tergabung dalam Kloter 3 yang terdiri dari jemaah asal Tulungagung dan Kediri.
Kloter tersebut masuk asrama haji pada Kamis, 11 Mei 2025, pukul 11.00 WIB dan diterbangkan pada Jumat keesokan harinya pukul 11.40 WIB. Karena kondisi kesehatan Isdiyono saat itu tidak layak terbang, ia menjalani perawatan di RS Haji dan hari ini ia meninggal karena TBC dan stroke.