Banyak Instansi Ingin Pindahkan Dananya dari Bank Jatim, Kenapa?

Anggota Komisi C DPRD Jatim Nur Faizin
Sumber :
  • A Toriq A

Surabaya, VIVA Jatim-Anggota Komisi C DPRD Jawa Timur, Nur Faizin mendapatkan info bahwa beberapa pemerintah daerah (Pemda) di Jawa Timur mulai berpikir untuk memindahkan dana mereka dan ada beberapa yang berencana menarik sahamnya dari Bank Jatim. Hal tersebut buntut dari mencuatnya kasus korupsi kredit fiktif Bank Jatim.

img_title Fraksi PKB Soroti Pertumbahan Ekonomi Jatim 5,84 Persen, tapi Kesenjangan Tambah Naik

"Saya dapat info banyak kepala daerah dan beberapa petinggi instansi pemerintah yang risau dengan keadaan Bank Jatim saat ini," ujar Nur Faizin dalam keterangannya, Selasa, 6 April 2025.

Mayoritas Pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Timur menyimpan uangnya di Bank Jatim sebagai Bendahara Umum Daerahnya. Namun menjelang RUPS Bank Jatim ada beberapa kepala daerah dan instansi vertikal pemerintah lainnya yang berencana memindahkan perbendaharaan daerah dan kas instansinya ke Bank Himbara lain karena alasan keamanan.

img_title Fraksi PDIP Jatim Minta P-APBD 2026 Benar-benar Berdampak

Menurut Nur Faizin, situasi ini perlu mendapatkan perhatian serius dari petinggi Bank Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Mereka harus merespon cepat terkait adanya kekhawatiran dari banyak pihak terhadap kondisi Bank Jatim saat ini.

"Pemprov dan jajaran petinggi Bank Jatim harus bisa menenangkan Publik, bukan adem ayem dan hanya normatif pada pengembalian sebagian kecil aset," kata Anggota DPRD Jatim Dapil Madura ini.

img_title Apresiasi Capaian Prabowo, Deni Wicaksono Minta Program Prioritas Benar-benar Berdampak ke Masyarakat

Ia menegaskan penyelesaian kasus ini bukan sekadar mengembalikan uang yang dikorupsi. Namun kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jatim harus kembali direbut. Harapannya kasus serupa tidak terulang lagi ke depannya.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mendesak agar jajaran direksi dan komisaris saat ini agar tidak kembali menjabat. Menurutnya, cara tersebut salah satu langkah untuk mengembalikan kepercayaan nasabah.

"Ini bisa dilakukan dalam momentum RUPS," katanya.