Filosofi Tradisi Memandikan Patung Buddha Tidur di Mojokerto Jelang Waisak

Proses memandikan patung Buddha tidur.
Sumber :
  • M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim

Mojokerto, VIVA Jatim –Memandikan patung Buddha Maha Paranibbana, atau yang lebih dikenal sebagai patung Buddha tidur, telah menjadi tradisi tahunan di Maha Vihara Mojopahit, Kabupaten Mojokerto.

img_title Menilik Pandai Besi di Mojokerto Warisan Mpu Supo yang Nyaris Punah

Ritual penyucian ini digelar menjelang perayaan Waisak dan menjadi simbol penghormatan mendalam terhadap Sang Buddha.

“Filosofinya bahwa setiap manusia juga harus membersihkan batinnya sendiri," terang, Rabu, 7 Mei 2025. 

img_title Geger, Buruh Pencetak Bata di Desa Temon Mojokerto Gantung Diri

Sejumlah pria berkaus kuning nampak sibuk di atas patung Buddha tidur. Menggunakan spons busa dan air sabun, mereka menggosok setiap bagian patung raksasa ini. Pria lainnya membilas bagian patung yang sudah digosok dengan selang air.

Proses pembisalam menggunakan air kembang. 

img_title Sopir Bus dan Angkutan Barang di Mojokerto Mendadak Dites Urine, Ini Hasilnya

Bunga wewangian ini disebut Kembang Macan Kerah, terdiri dari bunga mawar, melati, dan kenanga. 

Patung Buddha tidur ini berada di dalam kompleks Maha Vihara Mojopahit di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan. Letaknya persis di sebelah selatan gedung Sasono Bhakti.

Patung yang dibangun tahun 1993 oleh Yayasan Lumbini ini masih menjadi yang terbesar di Indonesia. Patung Buddha ini mempunyai dimensi panjang 22 meter, lebar 6 meter, serta tinggi 4,5 meter. Meski berwarna emas, patung ini terbuat dari cor beton.

Pembangunannya sendiri diinisiasi oleh Bhikkhu Viriyanadi Maha Tera sekitar 4 tahun setelah Maha Vihara Mojopahit selesai dibangun. Tak tanggung-tanggung, pembuatan patung Buddha raksasa ini melibatkan para seniman dari Solo, Jateng dan seniman lokal Trowulan. Patung yang awalnya putih, tahun 1999 dicat menggunakan warna emas.

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengukuhkannya sebagai patung Buddha tidur terbesar di Indonesia tahun 2001 silam.

Peringatan Waisak 2569 Buddhis Era atau tahun 2025 masehi di Maha Vihara Mojopahit bakal digelar pada Senin, 12 Mei mulai pukul 19.00 WIB. Waisak kali ini mengusung tema Semangat Kebersamaan untuk Indonesia Maju.

Toleransi antarumat beragam begitu kental di tempat ini. Saat ini, objek wisata tersebut dikelola Yayasan Lumbini. Setiap pengunjung harus membayar sumbangan dana kebersihan Rp 5.000 untuk dewasa dan Rp 3.000 untuk anak-anak.

Saryono menuturkan, memandikan patung Buddha Tidur ini sudah menjadi kegiatan rutin setiap tahunnya dalam rangka menyambut Waisak

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran umat Buddha dan masyarakat luas akan pentingnya membersihkan batin dan meningkatkan spiritualitas," tuturnya.