Perkuat Ekonomi Daerah, HIPMI Jatim dan HIPMI Kaltim Jalin Kerja Sama Strategis

Prosesi MoU HIPMI Jatim dan HIPMI Kaltim
Sumber :
  • Istimewa

Balikpapan, VIVA Jatim-Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPD HIPMI) Jawa Timur melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan BPD HIPMI Kalimantan Timur. MoU itu dilakukan bersamaan dengan Misi Dagang dan Investasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis, 8 Mei 2025.

img_title APINDO Ingatkan Pentingnya Kepastian Hukum dan Iklim Usaha di Tengah Realisasi Investasi Jatim yang Melambat

Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis seperti pertanian, perkebunan, peternakan, energi dan sumber daya mineral (ESDM). Kemudian lingkungan hidup, kehutanan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta informasi dan komunikasi. Nota kesepahaman berlaku selama tiga tahun ke depan dan diharapkan membuka peluang usaha baru bagi pelaku usaha di kedua provinsi.

Ketua Umum BPD HIPMI Jawa Timur Ahmad Salim Assegaf menyampaikan, kerja sama ini merupakan langkah konkret HIPMI dalam mendukung integrasi ekonomi nasional, terutama menjelang pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur. Ia melihat Kalimantan Timur sebagai mitra strategis, terlebih dalam konteks pembangunan Ibu Kota Nusantara.

img_title Fraksi PKB Soroti Pertumbahan Ekonomi Jatim 5,84 Persen, tapi Kesenjangan Tambah Naik

"Melalui kerja sama ini, HIPMI ingin menjadi jembatan yang menghubungkan potensi unggulan daerah, memperkuat ketahanan ekonomi nasional, dan membuka peluang usaha lintas sektor bagi anggota HIPMI di kedua provinsi,” ujar Salim.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam memperkuat daya saing produk dalam negeri. Ia juga menyoroti peran Jawa Timur dalam mendukung pembangunan nasional.

img_title Fraksi PDIP Jatim Minta P-APBD 2026 Benar-benar Berdampak

“Visi besar Jatim adalah menjadi Gerbang Baru Nusantara. Kalau Kaltim adalah Ibu Kota Nusantara, maka Jatim siap menjadi pintunya,” ujar Khofifah di hadapan para pelaku usaha.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia menilai kolaborasi antara kedua provinsi merupakan langkah penting dalam pembangunan kawasan IKN.

“Kalau Jawa Timur adalah Gerbang Baru Nusantara, maka Kalimantan Timur sebagai jantung Ibu Kota Nusantara akan menjadi provinsi raksasa di masa depan,” tegas Seno.

Sebagai catatan, total nilai transaksi dalam misi dagang ini mencapai Rp1,05 triliun, dengan rincian penjualan dari Jatim Rp598,95 miliar, pembelian dari Jatim Rp230,09 miliar, dan investasi sebesar Rp224,09 miliar. Komoditas yang diperdagangkan sangat beragam, mulai dari batu bara, pakan ikan, fashion, hingga produk olahan dan peralatan industri.

Halaman Selanjutnya
img_title