Ali Mufthi Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Golkar Jatim 2025–2030

Ketua Golkar Jatim Terpilih Ali Mufthi
Sumber :
  • A Toriq A

Surabaya, VIVA Jatim-Ali Mufthi resmi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur periode 2025–2030 melalui Musyawarah Daerah (Musda) XI yang digelar di Hotel Shangri-La, Surabaya, Sabtu 10 Mei 2025.

img_title Buka IIGCE 2026, Menteri Bahlil : Pemerintah Siap Permudah Izin Pengembangan Panas Bumi

Ia terpilih sebagai Ketua Golkar Jatim menggantikan M Sarmuji yang kini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gokar. Ali Mufthi dipilih secara aklamasi setelah menjadi calon tunggal dan memperoleh dukungan mayoritas dari pemilik suara.

"Saya Ketua Terpilih, matur suwun sangat, terima kasih sebanyak-banyaknya," kata Ali Mufthi.

img_title Mini LNG Plant di Tuban untuk Dukung Optimalisasi Sumber Energi Domestik

Pria yang kini menjabat sebagai anggota DPR RI mengatakan, agenda terdekatnya setelah terpilih yakni menyusun struktural kepenguran DPD Golkar Jatim dengan tenggang waktu maksimal 30 hari.

"Kita akan bentuk pengurus dikasih waktu 30 hari," ujarnya.

img_title Golkar Jatim Gelar Nobar Final Liga Champions PSG Vs Arsenal untuk Warga

Ali Mufthi memastikan tidak ada faksi-faksi dalam tubuh Golkar Jatim atas terpilihnya dia. Aklamasi membuktikan bahwa kader Golkar Jatim kondusif dan solid dalam menjalankan agenda partai ke depannya.

"Saya pikir kemenangan Musda ini aklamasi, tidak ada friksi dan semuanya, di bawah orkestrasinya sekjen, Jawa Timur insya Allah kondusif, sampai pada nanti perjalanan," tuturnya.

Di tempat yang sama, Sekjen Golkar M Sarmuji mengatakan bahwa Musda Golkar Jatim kali ini sah karena semua mekanismenya dijalankan.

"Alhamdulillah Musda Jawa Timur dilalui dengan seluruh mekanismenya, tidak ada satu mekanisme pun yang tertinggal. Semua rapat-rapat diikuti secara tertib sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya.

Sarmuji mengatakan kondusifnya acara Musda ini, hingga dipilihnya Ali Mufthi secara mufakat karena sudah melalui musyawarah bahkan sebelum Musda digelar. Hal tersebut tentu mencerminkan kultur Jatim yang penuh dengan permusyawarahan.

"Jadi pramusdanya sudah dilalui, lalu sebelumnya juga terjadi berbagai macam permusawaratan yang barangkali tidak terekspos secara publik. Tetapi inilah musda khas Jawa Timur terpilih secara mufakat, secara aklamasi atas hasil musawarah seluruh peserta musawarah," pungkasnya.