Skema One Kloter One Syarikah: Upaya Tingkatkan Pelayanan Jemaah Haji

Ilustrasi jemaah haji asal Trenggalek di Mina.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Agama terus berikhtiar meningkatkan pelayanan terhadap jemaah haji di Tanah Suci.

img_title Suporter Arab Saudi Kagum Selebrasi Lamine Yamal saat Membuka Kemanangan bagi Spanyol

Penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, pelayanan jemaah tidak lagi langsung diberikan oleh petugas Indonesia, melainkan dialihkan sepenuhnya ke delapan syarikah, yakni perusahaan penyedia layanan haji profesional yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi.

Transformasi ini membawa perubahan signifikan dalam skema pelayanan. Untuk pertama kalinya, diterapkan sistem “one kloter, one syarikah”, di mana satu kloter jemaah dilayani oleh satu perusahaan khusus yang bertanggung jawab atas seluruh kebutuhan jemaah, termasuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi.

img_title Sektor 5 Daker Makkah Evaluasi Layanan Lansia dan Disabilitas, Usulkan Sejumlah Inovasi

Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Muchlis M. Hanafi, menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari skema baru yang sudah dimulai sejak 2022 dan kini dijalankan secara penuh di Mekah.

"Sejak tahun 2022, layanan jemaah haji di Mekah mengalami transformasi dari layanan berbasis geografis (muassasah) menjadi layanan berbasis perusahaan profesional (syarikah). Sementara di Madinah berbasis kloter," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Viva Jatim, Senin, 12 Mei 2025.

img_title Timwas Pantau Pelaksanaan Haji di Makkah, Bambang Haryo: Tahun 2026 Berjalan Sukses

Menurut Muchlis, ada delapan syarikah yang bertugas menangani layanan jemaah tahun ini adalah: Al Bait Guests, Rakeen Mashariq, Sana Mashariq, Rehlat & Manafea, Al Rifadah, Rawaf Mina, MCDC, dan Rifad. Setiap syarikah bertanggung jawab melayani antara 11 ribu hingga 36 ribu jemaah asal Indonesia.

Menurut Muchlis, perubahan ini bertujuan meningkatkan kualitas layanan serta memudahkan pengawasan langsung oleh otoritas Arab Saudi.

"Syarikah ini berkoordinasi dan melaporkan kinerja kepada Kementerian Haji Arab Saudi. Mereka bertanggung jawab kepada jemaah dan kalau terjadi sesuatu langsung diselesaikan oleh syarikah," ungkapnya. 

Lanjut Muchlis, Layanan syarikah dirancang tak hanya untuk kebutuhan harian jemaah, namun juga menitikberatkan pada kenyamanan saat puncak ibadah haji, khususnya di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

"Kami menilai layanan berbasis syarikah sebagai langkah yang tepat untuk memastikan jemaah terlayani secara utuh dalam setiap pergerakan terutama saat puncak haji," kata Muchlis.

Paket pelayanan mencakup akomodasi, konsumsi hingga 84 kali di Makkah dan 15 kali saat Armuzna, penyediaan bus shalawat, bus masyair, serta bimbingan ibadah di titik-titik penting ibadah haji.

Halaman Selanjutnya
img_title