Polisi di Mojokerto Gencar Edukasi Safety Riding ke Sekolah dan Ponpes Demi Tekan Angka Kecelakaan

Nampak polisi di Mojokerto edukasi Safety Riding
Sumber :
  • Viva Jatim/Luthfi

Mojokerto, VIVA JatimSatlantas Polres Mojokerto tengah gencar memberikan edukasi Safety Riding bagi kalangan pelajar dan santri. Edukasi ini dilaksanakan dengan berkeliling ke sejumlah sekolah mulai SMP, SMA hingga Pondok Pesantren.

img_title Dulu Jadi Korban Pemerkosaan Lesbian, Kini Janda di Mojokerto Jadi Tersangka Penipuan

Kasat Lantas Polres Mojokerto AKP Ridho Rinaldo Harahap, program tersebut sengaja dilakukan menekan angka kecelakaan di jalan raya khususnya di tingkat pelajar, serta untuk membangun kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini.

“Anggota setiap hari keliling bergantian di SMA dan SMP. Setiap kali kegiatan, ada tiga anggota dari Unit Kamsel,” kata Ridho kepada wartawan, Selasa, 20 Mei 2025. 

img_title Pengakuan Maling Dapur SPPG di Mojokerto, Barang Curian Dijual Murah

Ia memaparkan, edukasi Safety Riding lewat program Police Goes To School ini sudah berjalan sejak lama. Sementara, program edukatif bertajuk Police Go To Santri merupakan tindak lanjut dari arahan Dirlantas Polda Jawa Timur.

“Santri jarang membawa motor saat di pesantren. Ketika libur jangan sampai melihat temannya yng sekolah umum trek-trekan, mereka ikut juga. Maka perlu diberikan edukasi dan sosialisasi keselamatan berkendara,” ungkap Ridho.

img_title Maling Kuras Isi Dapur SPPG di Mojokerto Ternyata Spesialis Bobol Sekolah dan Perkantoran

Materi yang ditekankan meliputi safety riding. Seperti tertib berlalu lintas, tata cara berkendara yang aman, rambu-rambu lalu lintas serta berbagai alah keselamatan berkendara.

Selain berkeliling ke pesantren, melalui program tersebut, polisi juga mengundang para santri ke Polres Mojokerto. Kegiatan yang dikemas dalam tema untuk mengikuti coaching clinic .

Para santri mendapat pembekalan teori dan langsung mempraktikkan proses permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM), mulai dari pengisian formulir, simulasi ujian teori hingga praktek lapangan. Semua tahapan dipandu langsung oleh petugas dari Ruang SIM Satlantas Polres Mojkerto.

Program ini tidak sekadar sosialisasi peraturan lalu lintas. Namun, juga sebagai wadah interaktif antara polisi dan santri serta pelajar dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya etika berkendara di jalan raya.

Masih kata Ridho, keterlibatan guru dan pengasuh pondok pesantren sangat penting untuk memperkuat pesan keselamatan yang disampaikan. Edukasi di lingkungan pendidikan, menurutnya, diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang dalam menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan usia produktif.

Halaman Selanjutnya
img_title