Hasil Autopsi Jenazah Siswa SMK Mojokerto yang Tewas di Sungai Brantas: Meninggal karena Tenggelam
- M Lutfi Hermansyah/Viva Jatim
Mojokerto, VIVA Jatim –Dokter Spesialis Forensik dari Rumah Sakit Pusdik Bhayangkara Pusdik Sabhara, Porong, Sidoarjo, dr. Deka Bagus Binarsa, mengungkapkan hasil autopsi terhadap jenazah Mukhamat Alfan (18), siswa SMK Raden Rahmat yang ditemukan tewas di Sungai Brantas.
Menurut hasil pemeriksaan, siswa SMK Raden Rahmat itu meninggal dunia karena tenggelam dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan fisik luar.
Ia menyebut, kemungkinan korban masih hidup saat masuk ke dalam air. Sebab, ditemukan lumpur pada saluran nafas bagian bawah berdasarkan pemeriksaan dalam.
“Pada pemeriksaan fisik luar, kami tidak menemukan tanda kekerasan. Dari hasil pemerikaaan dalam, ditemukan lumpur pada saluran nafas bawah yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan itu menghirup air sebelum meninggal dunia,” paparnya kepada wartawan, Kamis, 22 Mei 20245.
“Jadi pada kesimpulannya bahwa pada saat saudara Alfan masuk ke air dalam kondisi masih hidup,” imbuhnya.
Hasil autopsi tersebut, lanjut Dokter Deka, juga diperkuat dengan pemeriksaan diatom sumsum korban. Di mana, hasil laboratorium menunjukkan positif. Artinya, korban dinyatakan meninggal akibat tenggelam.
“Hasil laboratorium yang kita ambil sampel dari sumsum tulang untuk pemeriksaan diatom, hasilnya positif, bahwa memang benar yang bersangkutan meninggal akibat tenggelam,” ungkapnya.
Pihak keluarga mendiang Alfan merasa janggal dengan adanya dugaan memar pada baian dada. Juga rambut korban yang sudah agak pendek saat ditemukan tewas. Padahal, korban belum potong rambut.
Deka menyampaikan, hasil pemeriksaan terhadap korban yang diduga meninggal karena tenggelam menunjukkan tanda-tanda pembusukan. Waktu korban berada di air tidak dapat ditentukan dengan pasti, namun tanda-tanda pembusukan menunjukkan bahwa kematian terjadi 3-5 hari sebelum pemeriksaan.
Menurut dia, hilangnya rambut korban disebabkan pembusukan. Karena pembusukan dapat mengakibatkan pengelupasan kulit ari dibawah akar rambut. Apalagi, korban sempat terbawa arus sungai yang deras.
“Dari level pembusukannya itu sudah 3-5 hari. Memang bisa mencabut kulit ari dibawah akar rambut. Nah itu pasti tercerabut. Berbeda dengan orang digundul yang masih ada sisa akar dan sisa rambut. Kebetulan waktu diperiksa tidak ada (sisa akar rambut),” beber Deka.