Petani di Lamongan Gagal Panen akibat Puluhan Hektare Padi Terendam Banjir
- Imron/Viva Jatim
Lamongan, VIVA Jatim –Sebanyak 74 hektare lahan pertanian milik sejumlah petani di Kecamatan Babat, Lamongan, terendam banjir. Akibat kejadian itu para petani mengalami gagal panen.
Tanaman padi dan jagung yang terendam banjir tersebut baru berusia antara 7 hingga 15 hari. Tanaman itu mati setelah terendam air dalam sepekan ini.
Camat Babat Joni mengatakan, banjir akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo merendam lahan pertanian milik para petani di Desa Truni, Desa Trepan, dan Desa Bedahan. Semuanya tanaman padi yang terendam itu rata-rata sudah mati.
Selain itu, banjir juga merendam sedikitnya 390 rumah di empat wilayah, yakni Kelurahan Babat, Kelurahan Banaran, Desa Bedahan, dan Desa Trepan.
"Untuk kerugian yang dialami petani akibat banjir ini diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah," kata Joni.
Joni menjelaskan, untuk menanggulangi dampak kerugian yang diderita para petani itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah meninjau lokasi terdampak di Desa Trepan dan berjanji memberikan bantuan benih padi sebagai pengganti.
"Kementerian Pertanian RI sudah berkunjung untuk membantu benih untuk petani yang terdampak," pungkasnya.