Menjelang Wukuf, Jemaah Haji Diminta Siapkan Fisik dan Mental

Ilustrasi Ibadah Haji.
Sumber :
  • Istimewa

Surabaya, VIVA Jatim –Ketua Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengingatkan seluruh calon jemaah haji Indonesia untuk mempersiapkan diri secara optimal, baik secara fisik maupun mental, menjelang puncak ibadah haji, yakni wukuf di Arafah yang akan dilaksanakan pada hari Kamis.

img_title BHS Sebut Pelayanan Haji 2026 Transparan dan Fasilitas Memadai

“Pesan saya untuk seluruh jemaah haji Indonesia, siapkan diri dengan sungguh-sungguh, tidak hanya secara fisik tetapi juga mental. Puncak ibadah haji ini merupakan momen yang sangat didambakan dan harus dijalani dengan penuh semangat serta kesiapan,” ujar Cucun dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan ibadah haji di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (waktu setempat).

img_title Gus Muhaimin Optimis Haji 2026 Sukses

Cucun menegaskan pentingnya kesiapan jasmani dan rohani agar para jemaah dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah secara optimal. Menurutnya, ibadah puncak ini merupakan momen yang paling dinanti setelah bertahun-tahun menunggu kesempatan berhaji.

“Tantangan utama dalam puncak ibadah haji adalah cuaca yang sangat ekstrem serta kepadatan di lokasi-lokasi utama, seperti Padang Arafah, Mina, dan Muzdalifah,” ungkapnya.

img_title Jelang Puncak Ibadah, Ning Dini Serap Aspirasi Jamaah Haji Probolinggo di Makkah

Ia juga menyoroti prosesi ibadah yang cukup menguras energi, seperti tawaf ifadah dan lempar jumrah. Oleh karena itu, jemaah dituntut memiliki kondisi fisik dan psikis yang prima.

“Cuaca di Arafah sangat panas, dan saat melaksanakan lempar jumrah maupun tawaf, kondisinya sangat padat. Oleh sebab itu, mental dan semangat jemaah harus terus dijaga agar tetap sehat hingga seluruh rangkaian ibadah selesai,” tambahnya.

Lebih lanjut, Cucun menjelaskan bahwa Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan jemaah selama puncak ibadah.

Persiapan tersebut mencakup penyediaan layanan kesehatan, transportasi, logistik, akomodasi, serta pendampingan khusus bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas.

“Biarkan kami sebagai panitia penyelenggara dan pengawas dari DPR memastikan seluruh prosesi ibadah berjalan dengan aman dan nyaman. Kami ingin para jemaah bisa fokus beribadah dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat,” tutupnya.