Gubernur Khofifah Klaim 2,4 Juta IRT di Jatim Berdaya Lewat UMKM

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Bondowoso, VIVA Jatim-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengeklaim sebanyak 2,4 juta ibu rumah tangga di Jawa Timur bisa berdaya lewat usaha UMKM yang mereka geluti. Menurut Khofifah, UMKM mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih baik kepada mereka.

img_title Selama 9 Hari Gerakkan Ekonomi Lokal, Transaksi Petronite Fest 2026 Capai Rp14,4 miliar

Khofifah mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kunjungan kerja ke Bondowoso, Selasa, 23 Juni 2025. Gibran mengapresiasi semangat pendamping dan nasabah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) Binaan PT. Permodalan Nasional Madani (PNM).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid.

img_title Khofifah Sebut Proses Penjaringan Siswa Sekolah Rakyat di Jatim Berjalan Lancar

Khofifah juga mengapresiasi semangat nasabah maupun pendamping Mekaar. Pasalnya, program ini ditambah dengan partisipasi masyarakat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi.

"Jadi nasabah PNM ada 15,8 juta di seluruh Indonesia. Itu termasuk 2,4 juta di Jawa Timur dan lebih dari 75.000 nasabah di Bondowoso yang bergabung ke 5.052 kelompok," ujar Khofifah.

img_title Kerja Bareng DPRD, Disbudpar Jatim Gelar Festival Inovasi Publik

Khofifah memuji para IRT yang awalnya mungkin tidak mempunyai penghasilan sendiri. Namun saat ini sudah menjadi pelaku UMKM yang semakin naik kelas seiring dengan programnya yang berjalan.

Hal ini, sebut mantan Mensos RI tersebut, dapat terjadi bukan hanya karena modal atau pinjaman yang diberikan. Namun juga kegigihan dan keberanian untuk terus tumbuh dan berkembang.

"Di Bondowoso sektor yang besar adalah pertanian. Dan Alhamdulillah sudah banyak kita lihat bagaimana nasabah Mekaar bisa memanfaatkan basis digital dan menembus pasar yang lebih luas. Insya Allah, pelan-pelan ini bisa berdampak pada target kita menurunkan angka kemiskinan ekstrem hingga zero pada September 2025," pungkasnya.

Sementara itu, Wapres Gibran memuji Non-Performing Loan (NPL) rendah di Jawa Timur. Di Bondowoso sendiri NPL nasabah MEKAAR 0,8 persen. Yang berarti, kasus kredit macet termasuk rendah dan bahkan hampir tidak ada.

"Itu artinya, keuangan ibu-ibu tertib. Tapi saya pesan cashflow antara keuangan rumah tangga dan bisnis tetap harus dipisahkan. Nanti akan saya lihat produk apa saja yang jadi unggulan di Bondowoso yang dibuat ibu-ibu. Kita doakan supaya usahanya naik kelas, platformnya naik, nambah karyawan, dan peningkatan ekonomi di keluarga," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title