SKK Migas Akui Hadapi Tantangan Berat dalam Situasi Dunia Penuh Gejolak
- Rahmat Fajar
Makassar, VIVA Jatim-Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Hudi D. Suryadipuro mengatakan penemuan tiga cadangan migas baru di Indonesia merupakan sinyal positif dalam upaya mencapai ketahanan energi. Penemuan ini sekaligus membuka kesempatan peluang bagi investor untuk masuk.
Namun, Hudi menyadari bahwa ada risiko tinggi yang harus ditangani dalam proses eksplorasi. Oleh karena itu, perlu kehati-hatian dalam menggarap penemuan migas baru tersebut.
"Ini juga kebutuhan modalnya yang besar," ujarnya dalam Media Gathering 2025 bertema "Acceleration Energy for Bussines Sustainability" pada 23-24 Juni 2025, di Kota Makassar.
Hudi menegaskan tentang pentingnya industri hulu migas untuk mencapai ketahanan energi di masa depan. Menurutnya ketahanan energi akan menjadi pendorong dalam cita-cita pemerintah berada di peringkat keempat pada 2050 dalam ekonomi energi global.
Selain itu, kata Hudi, hilirisasi di sektor energi juga akan memberikan pengaruh untuk mencapai cita-cita tersebut. Ia menegaskan bahwa industri hulu migas mempunyai peran penting dalam mempercepat transisi energi.
Hudi juga menyinggung tentang target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar delapan persen. Menurutnya dengan kondisi dunia yang tidak menentu akibat perang akan juga mempengaruhi sektor energi. Karena itu, sektor energi mempunyai tantangan yang besar untuk memenuhi target dari pemerintah.
Di samping itu, isu perubahan iklim yang memaksa adanya transisi energi rendah emisi pun menjadi tantangan bagi industri hulu migas. Kendati demikian untuk sekarang, industri ini masih memegang peranan penting dalam industri energi nasional. Selain itu, Hudi melihat bahwa tingkat konsumsi migas pun masih tinggi.
"Ini peluang sekaligus tantangan dalam menjaga pasokan energi nasional," katanya.