Indo Livestock 2025 Dukung Kemajuan Sektor Peternakan
- Rahmat Fajar
Surabaya, VIVA Jatim-Sebanyak 300 peserta dari 15 negara termasuk di dalamnya lima negara Paviliun yaitu China, Korea, Taiwan, Eropa dan Denmark mengikuti pameran dan forum internasional INDO LIVESTOCK 2025 2-4 Juli 2024, di Grand City Convex, Surabaya. Pameran ini untuk mendukung kemajuan sektor peternakan, pakan ternak, pengolahan susu, pertanian, kesehatan hewan dan perikanan di Indonesia.
Assistant Project Director PT Napindo Media Asthama, Lisa Rusli mengungkapkan dalam pameran ini menampilkan inovasi teknologi modern dan peluang kerja sama bisnis di seluruh bidang terkait baik bagi para industri, asosiasi, profesional akademisi hingga ke pemerintahan.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan penuh dari 40 kementerian dan lembaga pemerintah, asosiasi dan akademisi yang telah menjadi pilar utama dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Dan secara khusus kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia serta berbagai kementerian dan asosiasi terkemuka lainnya,” ujarnya dalam pembukaan INDO LIVESTOCK 2025, Rabu, 2 Juli 2025.
Lisa menjelaskan pada pameran ini banyak program dan kegiatan mulai dari presentasi dari peserta pameran dan teknikal produk. Lisa berharap pameran ini bisa menjadi ajang strategis bagi seluruh pihak untuk bertukar informasi serta menjalin kemitraan dan bersama-sama berkontribusi dalam memajukan industri peternakan dan perikanan di Indonesia.
"Sehingga bisa tercapai kerjasama yang adil berkelanjutan saling membutuhkan saling menguntungkan dan saling memperkuat antar pelaku usaha,” tegas Lisa.
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur, Indyah Aryani mengatakan pameran ini merupakan kegiatan strategis yang telah menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri di tanah air.
Menurut Indyah kehadiran peserta menunjukkan komitmen memajukan sektor peternakan, pertanian, perikanan dan kesehatan hewan. Pasalnya, sektor ini memiliki potensi besar untuk berkembang namun juga tantangannya cukup tinggi.
“Jawa Timur sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi peternakan terbesar memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya protein hewani dan juga padi," katanya.
Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian, Makmun mengungkapkan terjadi peningkatan volume ekspor di sektor peternakan yaitu dari 489,7 ribu ton atau sebesar 4,16 persen pada 2024 dibandingkan periode tahun 2023 yaitu 470 ribu ton.