Puluhan Polisi di Gresik Dites Urine Propam Polda Jatim, Ini Hasilnya

Bidpropam Polda Jatim memeriksa kedisiplinan anggota Polres Gresik
Sumber :
  • Viva Jatim/Tofan

Gresik, VIVA Jatim – Puluhan anggota Kepolisian Resor Gresik mendadak dikumpulkan di markas polres setempat dan dites urine oleh petugas dari Bidang Propam Kepolisian Daerah Jawa Timur, Rabu, 2 Juli 2025. Hasilnya, tak ditemukan satu anggota pun yang urinenya positif mengandung narkotika.

img_title Polres Gresik Bongkar Jaringan Sabu di Menganti, 5 Tersangka Ditahan

Sebelum dites urine, tm Bidpropam juga memeriksa kelengkapan diri perorangan para personel, sikap, tampang dan kelengkapan administrasi anggota.

Selain itu juga melakukan inspeksi menyeluruh terhadap sejumlah fasilitas vital. Mulai dari Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Rumah Tahanan (Rutan) Polres Gresik, gudang senjata ap, dan area penjagaan Markas Komando (Mako) Polres Gresik.

img_title Truk Tangki Bermuatan Bahan Baku Sabun Terguling di Gresik Bikin Tiga Pengendara Luka

Sementara itu, dari 21 personel Polres Gresik yang menjalani tes urine oleh Sie Dokkes dan diawasi ketat oleh Bidpropam Polda Jatim, hasilnya seluruh personel yang dites dinyatakan negatif narkoba.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu mengungkapkan harapannya agar kegiatan Gaktibplin rutin semacam ini dapat terus meningkatkan kedisiplinan dan profesionalisme seluruh anggota Polres Gresik.

img_title Stok BBM Gresik Dipastikan Aman, Kapolres Imbau Warga tak Panik soal Pertalite

"Dengan adanya Gaktibplin secara rutin, kami berharap anggota Polres Gresik selalu menjaga integritas dan menjalankan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku," ujarnya.

Lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 itu menegaskan bahwa operasi Gaktibplin bukan sekadar formalitas, melainkan upaya berkelanjutan untuk mewujudkan Polri yang bersih, profesional, dan dapat dipercaya masyarakat.

"Ini menunjukkan komitmen Polres Gresik dalam memerangi penyalahgunaan narkoba di internal kepolisian," ucap AKBP Rovan Richard Mahenu dengan tegas.