Waketum PBNU Ajak Santri Annuqayah Jadi Pelita Bangsa Berbekal Ilmu dan Akhlak

Wakil Ketua Umum PBNU, KH Zulfa Mustofa
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Annuqayah TV

Sumenep, VIVA Jatim – Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Zulfa Mustofa, mengajak para santri Pondok Pesantren Annuqayah menjadi pelita bagi bangsa dengan bekal ilmu yang kuat dan akhlak yang mulia. Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA) 2025, Rabu malam, 9 Juli 2025.

img_title Kasus Arisan Online Bodong Rp71 Miliar, Polda Jatim Bakal Periksa Selebgram Hingga Artis

Dalam ceramahnya, Kiai Zulfa menekankan bahwa keberhasilan seorang santri bukan hanya ditentukan oleh seberapa tinggi pendidikannya, tetapi juga oleh seberapa kuat pengamalan ilmunya.

“Barang siapa yang mengamalkan ilmu yang ia miliki, maka Allah akan berikan ilmu yang belum ia pelajari,” kutipnya dari pesan Kiai Sahal Mahfud.

img_title Polda Jatim Ungkap Kasus Arisan Online Bodong Senilai Rp71 Miliar

KH Zulfa Mustofa mengungkapkan kekaguman terhadap Pondok Pesantren Annuqayah. Beliau menyebut Annuqayah sebagai pondok pesantren terbesar di Pulau Madura, yang kebersihannya bersumber dari hati para pendirinya, khususnya Mbah K.H. Syarqowi. 

“Annuqayah itu artinya bersih. Bersih ini bukan sekadar tempatnya, tapi hatinya,” ujar Kiai Zulfa. Ia meyakini bahwa hati yang bersih menjadi syarat utama agar ilmu bersinar dan bermanfaat seperti intan.

img_title 400 Talenta Muda Soekarno Cup 2026 Siap Warisi Api Perjuangan

Beliau bahkan secara khusus menciptakan syair yang menggambarkan harapannya: "Jika guru-guru Annuqayah bersih dan mengkristal, maka alumninya akan menyebar dari timur ke barat dan sinarnya akan dirasakan masyarakat."

Ini adalah gambaran jelas tentang potensi besar yang dimiliki alumni Annuqayah untuk memberikan kontribusi positif di mana pun mereka berada.

Tantangan Besar Era Digital

Kiai Zulfa juga menyoroti kekagumannya terhadap Madura yang tak pernah berhenti melahirkan ulama dan kiai hebat, cerdas, serta penulis produktif. Nama-nama besar seperti Syekh Kholil Bangkalan hingga kiai-kiai muda saat ini menjadi bukti nyata bahwa Madura adalah gudangnya ilmu dan spiritualitas. 

Namun, di tengah pujian tersebut, beliau juga tak luput mengingatkan tentang tantangan serius di era modern, khususnya di Madura, seperti maraknya narkoba dan judi online (slot).

Beliau menekankan pentingnya peran santri Annuqayah untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi dan memerangi tantangan ini saat mereka kembali ke tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar santri tidak hanya menjadi pelajar yang cakap, tetapi juga menjadi agen perubahan dan penjaga moral ketika kembali ke masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title