Kiai Zulfa Soroti Bahaya Judol dan Narkoba di Madura: Penyakit Sosial yang Sangat Merusak!
- Tangkapan layar YouTube Annuqayah TV
Sumenep, VIVA Jatim – Wakil Ketua Umum PBNU, KH. Zulfa Mustofa, menyoroti tentang ancaman narkoba dan judi online yang mulai merambah berbagai kalangan masyarakat, termasuk di Madura.
Fakta ini, menurut Kiai Zulfa, berdasarkan keterangan yang disampaikan salah seorang jemaah saat menghadiri acara di Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Pragaan, Sumenep, sebelumnya.
Hal tersebut ia sampaikan dalam ceramahnya pada Haflatul Imtihan Madrasah Annuqayah (HIMA) 2025 yang digelar di Pondok Pesantren Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, Rabu malam, 9 Juli 2025.
Di hadapan ribuan santri dan masyayikh Annuqayah, Kiai Zulfa menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap fenomena sosial yang berkembang di era digital.
Menurutnya, judi online dan narkoba bukan hanya merusak masa depan anak muda, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi stabilitas moral bangsa. Terlebih keberadaan gadget yang bisa merusak jika tidak disikapi dengan bijak.
“Judi online dan narkoba adalah penyakit sosial yang sangat merusak. Apalagi keberadaan gadget menjadi tantangan besar untuk disikapi dengan bijak,” tegasnya.
Santri Harus Jadi Garda Depan
Kiai Zulfa menekankan bahwa santri bukan hanya pelajar ilmu agama, tetapi juga penjaga nilai moral masyarakat. Oleh karena itu, santri harus membekali diri dengan akhlakul karimah (akhlak mulia) serta kesadaran sosial untuk menghadapi berbagai bentuk kerusakan zaman.
“Kita butuh generasi yang tidak hanya pintar, tapi juga kuat secara karakter dan bersih hatinya. Inilah tugas santri hari ini,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen pondok, termasuk guru dan pengurus, untuk memperkuat pendidikan karakter sebagai pondasi utama membentengi diri dari pengaruh negatif lingkungan.
Dalam ceramahnya, Kiai Zulfa juga memuji Madura sebagai tanah kelahiran banyak ulama besar, seperti Syekh Kholil Bangkalan, dan menyebutnya sebagai gudang ilmu dan spiritualitas. Namun ia mengingatkan, kebanggaan tersebut harus dijaga dengan perilaku generasi mudanya.
“Madura ini tanah ulama. Santri Annuqayah harus jadi pelindung masyarakat,” katanya.
Ia menyebut bahwa karakter santri Madura yang dikenal pekerja keras, tulus, dan polos, adalah nilai warisan yang harus terus dipertahankan di tengah arus zaman yang semakin kompleks.