159 SD Negeri di Kabupaten Mojokerto Gagal Penuhi Pagu, Disdik Beberkan Penyebabnya

Salah satu SD Negeri di Kabupaten Mojokerto
Sumber :
  • Viva Jatim/Luthfi

Mojokerto, VIVA Jatim – 159 SD Negeri di Kabupaten Mojokerto gagal memenuhi pagu dalam sistem penerimaan murid baru (SPMB) tahun 2025 ini. Artinya masih banyak SD Negeri kekurangan siswa.

img_title Belajar dari Shanghai, Dindik Jatim Dorong Sekolah Vokasi Terhubung Langsung dengan Industri Digital

Data dari Disdik Kabupaten Mojokerto menunjukkan ada 159 SD Negeri yang masih belum memenuhi pagu atau masih kekurangan siswa dari total 385 SD Negeri di Kabupaten Mojokerto. 

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto Ludfi Ariyono, SPMB tahun 2025 dibuka dua gelombang pada 23 Juni sampai 10 Juli. Adapun jumlah pagu siswa SD tahun 2025 dibuka sebanyak 13.796 siswa dengan total 476 rombongan belajar (rombel). Masing-masing  rombel berisi 28 siswa. 

img_title SPMB Jatim 2026: Jalur Mutasi Hanya Bisa Dipakai Sekali, Ini Penjelasan Dindik Jatim

"Data sekolah (SD) yang tidak terpenuhi pagu ada 159 sekolah, dari jumlah SDN di Kabupaten Mojokerto sebanyak 385 lembaga," kata Ludfi, Kamis, 10 Juli 2025. 

Adapun SD yang tidak memenuhi pagu rata-rata mendapat siswa di bawah 10 yakni, SDN Begaganlimo dan SDN Gumeng, SDN Dilem di Kecamatan Gondang.

img_title Dindik Jatim Siagakan 7.212 Operator dan Helpdesk Untuk Pengambilan PIN SPMB 2026

Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Disdik Kabupaten Mojokerto Mujiati menyampaikan, ada sejumlah faktor penyebab SD Negeri belum memenuhi pagu. 

Anatar lain, persaingan dengan sekolah swasta, geografis lembaga pendidikan berada di pelosok dan dua sekolah letaknya berdekatan.

Juga minimnya jumlah lulusan RA/TK di desa tersebut,  jarak tempuh SDN lebih jauh dari SD/MI desa sebelah dan juga lulusan TK yang memilih kembali ke desa asal serta orang tua yang lebih memilih sekolah swasta.

"Strategi kami SDN dengan sedikit siswa akan dipenuhi guru PNS supaya tidak membebani BOS untuk menggaji GTT,” jelas Muji.