Perbaikan Jalan Sawo-Gambiran Tulungagung Habiskan Anggaran Rp 19,1 Miliar
- Madchan Jazuli
Tulungagung, VIVA Jatim-Penanganan jalan rusak yang terjadi di sepanjang Jalan Raya Campurdarat-Sawo sudah lama menjadi atensi Pemkab Tulungagung. Dan saat ini tengah dalam proses pengerjaan sepanjang tiga kilometer untuk mempermudah akses ke Jalur Lintas Selatan (JLS).
Pejabat Pembuat Keputusan (PPK) Jalan Sawo-Campurdarat, Ahmad Rifa'i Sodik mengungkapkan bahwa ruas Jalan Sawo-Gambiran penanganannya sepanjang tiga kilometer. Dengan rincian 500 meter penanganan jalan beton yang sisanya menggunakan aspal.
"Sebenarnya tujuannya ini adalah satu jalan sirip JLS. Kita ini fungsinya jalan kolektor primer yang menghubungkan antara jalan nasional ke jalan kabupaten," ujar Ahmad Rifa'i Sodik di temui di lokasi, Jum'at, 11 Juli 2025.
Sodik menambahkan untuk proses pengerjaan membutuhkan waktu selama enam bulan. Saat ini sudah berjalan 1,5 bulan dan progresnya sekitar 15 persen.
"Sumber dana dari APBD Kabupaten Tulungagung 2025 dengan jumlah nilai kontrak 19,1 miliar," katanya.
Sodik menjelaskan untuk karekteristik kontur jalan yaitu tanah keras. Namun, ia mengakui bahwa di area ini sering terjadi banjir. Sehingga genangan air menyebabkan aspal banyak yang rusak.
"Harus kita perbaiki yang airnya sulit untuk mengalir kita beton. Yang airnya lancar bisa mengalir kita perbaiki salurannya, ada yang salurannya kita ganti ada yang kita normalisasi," katanya.
Disinggung mengenai kendala, ia mengatakan pertama adalah cuaca di awal pengerjaan proyek. Kedua lalu lintas kendaraan baik roda dua maupun roda empat cukup mengganggu proses pengerjaan.
"Lalu lintas tinggi jalan satu satunya, kalau kita tutup ya terpaksa kendaraan memutar jauh. Sebenarnya kita sudah ada imbauan rambu rambu roda 4 dilarang lewat. Tetapi kenyataannya tetap lewat," paparnya.
Sementara itu, Kepala Pengawas CV Kusuma Abadi Konsultan, Heri Wahyudiono mengatakan yang perlu diperhatikan adalah proses persiapan pengecoran. Menurutnya harus sesuai dengan spesifikasi Detail Engineering Design (DED) atau Rancang Bangun Rinci.
Ia menambahkan analisis juga dilakukan untuk mengevaluasi peluang keberhasilan suatu proyek.
"Pertama kesiapan bahwa FS penyiapan baru untuk pengecoran," kata Heri.
Pengamatan VIVA Jatim di lapangan, tahap pelapisan cor pertama sudah kering. Cor beton pertama untuk pelapisan setinggi 10 centimeter. Kemudian untuk lapisan atas, cor beton setinggi 20 centimeter dengan rangka besi. Sehingga total 30 centimeter untuk penanganan cor beton jalan tersebut.