Gubernur Khofifah Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Pilar Ekonomi Kerakyatan

Puncak Hari Koperasi ke-78 Pemprov Jatim di
Sumber :
  • Dokumen Pemprov Jatim

Bojonegoro, VIVA Jatim – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memanfaatkan momentum Puncak Hari Koperasi ke-78 tingkat provinsi sebagai ajang konsolidasi gerakan Koperasi Merah Putih, program nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

img_title Jasindo Catat Pertumbuhan Premi 53,38% di Jatim, Kini Bidik Sektor Produktif

“Pesan saya adalah konsolidasikan sekarang. Melatih dan memberikan penguatan seluruh koperasi Merah Putih di Jawa Timur,” ujar Khofifah di hadapan ribuan peserta yang memadati Stadion Letjen H Soedirman, Bojonegoro, Kamis, 17 Juli 2025. 

Menurut Khofifah, Bojonegoro dipilih sebagai tuan rumah bukan tanpa alasan. Kabupaten ini dinilai berhasil menghadirkan koperasi yang mampu sejajar dengan korporasi besar melalui sistem holding dan pembentukan anak perusahaan.

img_title Dorong Produktivitas Cabai di Jatim, Petrokimia Gresik Gelar Pestani Rawit Groo

“Kenapa Bojonegoro jadi tuan rumah? Karena di sini ada koperasi yang punya korporasi,” tegas mantan Menteri Sosial itu.

Khofifah mengapresiasi capaian Bojonegoro dalam mengembangkan koperasi bukan sekadar unit simpan pinjam, melainkan sebagai pilar ekonomi daerah yang terstruktur secara korporatif. Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dunia industri, dunia kerja, serta lembaga keuangan bisa terus diperkuat untuk mendorong koperasi memiliki holding yang berdaya saing tinggi.

img_title Kasus Arisan Online Bodong Rp71 Miliar, Polda Jatim Bakal Periksa Selebgram Hingga Artis

“Dengan demikian kontribusi koperasi dalam kemajuan, memberikan rasa adil dan kemakmuran, akan lebih signifikan lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih telah terbentuk di 430 desa dan kelurahan. Ia menegaskan semangat membangun kemandirian ekonomi kerakyatan melalui koperasi dengan prinsip gotong royong.

Wahono mengakui pertumbuhan ekonomi daerahnya masih 1,4 persen dan angka kemiskinan relatif tinggi. Hal itu menjadi motivasi bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih keras.

“Akhirnya saya merasa saya harus bisa. Saya harus punya target. Angka kemiskinan kami juga tinggi, maka kami menargetkan semua OPD,” ungkap Wahono.

Khofifah juga menyebut bahwa Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah Koperasi Merah Putih terbanyak sekaligus tercepat dalam penyelesaian status badan hukum koperasi desa dan kelurahan.

Ia mengajak Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) ikut memperkuat peran koperasi desa dan kelurahan di bawah payung Koperasi Merah Putih. Ia pun menyampaikan terima kasih kepada kepala desa dan lurah yang menjadi ujung tombak operasional koperasi tersebut.

Halaman Selanjutnya
img_title