MPLS Cetak Dua Rekor MURI, Gubernur Khofifah Komitmen Wujudkan MPLS Ramah

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Surabaya, VIVA Jatim-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak semua pihak berkomitmen memanfaatkan MPLS tahun ini untuk pembentukan karakter unggul dengan pendekatan ramah anak, edukatif, inklusif, partisipatif, dan adaptif (RAMAH).

img_title Gerakan Perisai Anak, Cara Khofifah Lindungi Ekosistem Anak di Ruang Digital

Ia kemudian menjelaskan konsep RAMAH dalam MPLS kali ini. Pertama adalah Ramah. Di mana nilai ini ditujukan untuk pembentukan karakter yang menjaga nilai-nilai toleransi, menghargai, saling menolong, dan menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar.

“Jadilah siswa yang Ramah, jalin persahabatan dengan teman-teman baru, hormati guru-guru kalian, dan sayangi lingkungan sekolah," kata Khofifah, Jumat, 18 Juli 2025.

img_title Akhir Juli 2026, Bulog Jatim Salurkan 99.004 Ton Beras ke 4.050 Outlet

Kemudian edukatif bermakna MPLS ini didesain untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang relevan bagi siswa. Para siswa diharapkan mempelajari segala hal dengan antusias, manfaatkan setiap sesi untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami lingkungan baru. Inklusif artinya semua siswa memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik.

"Tidak ada perbedaan, tidak ada diskriminasi. Kita semua adalah satu keluarga besar pelajar Jawa Timur, Mari kita jaga semangat kebersamaan ini," katanya.

img_title Mas Dhito Pastikan Pemkab Kediri Siap Kawal Program Sekolah Rakyat

Lalu Partisipatif berarti siswa adalah subjek, bukan objek. Sehingga para siswa diharapkan bersikap aktif dalam setiap kegiatan dan memberikan ide-ide terbaik kalian. Sedangkan Adaptif memiliki arti MPLS menunjukkan adaptasi terhadap perubahan, dengan melibatkan peserta daring dari berbagai daerah.

"Bergabunglah dengan ekstrakurikuler yang sesuai minat dan bakat kalian. Jadilah bagian aktif dari sekolah ini. Cara belajar yang yang terus berubah menuntut semua untuk beradaptasi termasuk para siswa," jelasnya.

"Ini adalah bukti bahwa pendidikan di Jawa Timur terus berinovasi dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman," tambahnya.

Pada hari pertama MPLS, dilakukan penandatanganan komitmen bersama oleh ribuan murid, kepala sekolah, dan pemerintah provinsi untuk melawan judi online (Judol), pinjaman online ilegal (Pinjol), bullying, hingga narkoba.

“Kami ingin melindungi anak-anak kita dari ancaman era digital. Kampanye anti judol dan pinjol ini sangat penting karena anak-anak sangat dekat dengan gawai. Sekolah harus menjadi benteng utama nilai moral dan karakter,” tegas Khofifah.

Dalam rangkaian kegiatan MPLS tersebut, para siswa turut menampilkan poster-poster edukatif bertema Anti Judi Online, Anti Pinjaman Online Ilegal, serta Anti Perundungan.

Halaman Selanjutnya
img_title