Gus Afif Trenggalek Sebut Thariqah Menjadi Kepribadian untuk Memanusiakan Manusia
- Viva Jatim/Madchan Jazuli
Gus Rikza melanjutkan, cobaan kedua bagi salik atau muridin adalah ketika sang guru meninggal atau berganti dengan guru. Disitulah, dikatakan beliau sebagai cobaan terberat.
Ia mengibaratkan seperti halnya seorang istri yang sudah dicintai berpuluh-puluh tahun hidup bersama. Lalu, suatu waktu meninggal akan sulit untuk berpindah ke lain hati.
"Semisal ada di mong (diasuh) guru puluhan tahun lalu diganti guru yang baru pasti sulit. Yang nyambung dhohiron-batinan itu sedikit. Bisa menjadi murid yang diharapkan guru, menjadi murid faham serta nyambung dhohiron-batinan," ulasnya.
Putera dari Almaghfurlah KH Haidar Muhaiminan ini menambahkan yang menjadi wasiat dari Syekh Imam Hasan Asy-Syadzili ialah untuk membaca Hizib Bahr. Pasalnya, di Hizib Bahr setiap hurufnya memiliki makna sendiri sendiri.
"Padahal Hizib yang dikarang Syaikh Syadzili itu tidak hanya hizb Bahar. Ada Hizib Nashor, ada Hizib Khofi dan seterusnya. Tetapi yang diwasiatkan peganganlah Hizib Bahr," beber Cucu KH Muhaiminan Gunardho ini.