Ribuan Warga Lamongan-Gresik Tertipu Travel Umrah Murah, Kerugian Capai Rp18 Miliar

Korban penipuan travel umrah saat melapor ke Polres Lamongan
Sumber :
  • VIVA Jatim/Imron Saputra

Lamongan, VIVA Jatim – Ribuan warga di Kabupaten Lamongan mengaku menjadi korban penipuan travel umrah murah oleh biro perjalanan haji dan umrah Tawwaabiin Lamongan. Akibatnya, para korban itu harus mengalami kerugian sebesar Rp18 miliar.

img_title Sudah Lapor Dua Kali, Keluarga Korban Pembunuhan di Lamongan Keluhkan Lambatnya Penanganan Polisi

Kasus dugaan penipuan umrah murah itu kini resmi dilaporkan ke Polres Lamongan, pada Kamis 24 Juli 2025. Dengan membawa sejumlah bukti, para korban berharap pihak travel bertanggungjawab.

Salah satu korban bernama Wahyudiono mengatakan, kasus penipuan umrah itu berhasil terbongkar pada Januari 2025 lalu. Pihak travel tak kunjung memberi kabar terkait keberangkatan para jamaah. Padahal mereka sudah melakukan pelunasan pembayaran umrah.

img_title Lansia di Lamongan Tewas Usai Selamatkan Bocah SMP yang Hendak Diperkosa

"Bahkan kantor mereka juga kosong tidak ada aktifitas sejak bulan April lalu," kata Wahyudiono usai melaporkan kasus dugaan penipuan itu.

Wahyudi mengaku, korban yang tertipu umrah murah itu berjumlah ribuan orang dari Lamongan dan Gresik, namun yang datang ke polres hanya puluhan orang saja. Dari pengakuan korban, modus yang dilakukan travel yakni memberi promo murah melalui platform media sosial.

img_title Curi Truk di Lamongan, Pria Asal Surabaya Ditangkap URC Jaka Tingkir

"Pihak travel menawarkan harga di bawah 20 juta, ada yang 17,5 juta, ada yang 10-10 juta, itu sudah bisa berangkat. Dan pengurus PT Tawwaabiin pun saat ini tidak mau dikatakan pengurus, pengurus yang ada malah mengaku nama mereka dicomot saja," jelasnya.

Sementara itu, Kanit VI Pidek Polres Lamongan, Ipda Rizma Ramadhama membenarkan laporan dugaan tindak pidana penipuan umrah yang dilakukan Travel Tawwaabiin, yang beralamat di Kecamatan Brondong tersebut.

"Pelapor awal masuk ke kami ada 4 tapi hanya 1 yang menjadi perwakilan untuk melaporkan. Nanti kami dari 1 itu akan mengembang menjadi 1 di laporan," pungkasnya.