Transparansi dan Akuntabilitas Keuangan, Wabup Gresik Buka Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa

Wabup Gresik Buka Sosialisasi Pengelolaan Dana Desa
Sumber :
  • Tofan Bram Kumara/Viva Jatim

Gresik, VIVA Jatim – Sosialisasi Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa (DD) di gelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik bekerja sama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Timur, Jumat, 25 Juli 2025 malam.

img_title Jasindo Catat Pertumbuhan Premi 53,38% di Jatim, Kini Bidik Sektor Produktif

Menghadirkan narasumber dari BPK Perwakilan Jatim, Yuan Candra Djaisin, dan Anggota Komisi XI DPR RI Thoriq Majiddanor.

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, mengapresiasi kegiatan sosialisasi akuntabilitas pengelolaan DD. Berharap bisa memberikan pemahaman kepada pemerintah Desa (Pemdes) untuk mewujudkan pengelolaan DD yang akuntabel dan transparan.

img_title Dorong Produktivitas Cabai di Jatim, Petrokimia Gresik Gelar Pestani Rawit Groo

“Pemahaman mengenai pengelolaan Dana Desa menjadi aspek penting dan mendasar yang harus dimiliki para pemangku kepentingan di tingkatan Pemerintahan Desa, khususnya perangkat Desa dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas keuangan desa,” ujarnya.

Dokter Alif, sapaan akrab Wabup menjelaskan bahwa Kabupaten Gresik menyimpan banyak potensi yang bisa dan perlu dikembangkan serta menjadi perhatian bersama. Salah satu cara dan fokus Pemkab dalam membangun melalui pemanfaatan dan pengoptimalan pengelolaan DD tersebut.

img_title Mengapa Literasi Keuangan Penting bagi Generasi Muda? Ini Penjelasannya

“Pengelolaan Dana Desa yang transparan dan akuntabel, Indeks Desa Membangun (IDM) Gresik pada tahun 2025 menunjukkan capaian yang membanggakan. Status Desa mandiri berhasil mencapai 88 persen atau 290 dari 330 Desa, dan ditargetkan meningkat menjadi 100 persen di tahun 2026,” ungkapnya.

Komitmen Pemkab Gresik, lanjut dokter Alif, dalam pemanfaatan dan pengelolaan dana desa tidak hanya menjadi ucapan manis semata. Hal ini dibuktikan melalui inovasi yang dikembangkan, prestasi yang dicapai, dan dampak yang dirasakan oleh masyarakat.

“Pemkab Gresik terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kualitas aparatur dari tingkat desa hingga kabupaten menjadi kunci peningkatan pelayanan tersebut melalui inovasi. Di antaranya: Klinik Desaku, Desa Digital, BUMDes, jaminan ketenagakerjaan, Nawakarsa Award, Siskeudes-Link, dan Musdes Serentak KDMP,” terangnya.

Berbagai inovasi yang terus dikembangkan diharapkan menjadikan Kabupaten Gresik sebagai daerah yang unggul. Komitmen dan keseriusan Pemkab Gresik dalam mengelola dan memanfaatkan dana desa telah memberikan hasil yang memuaskan.

“Berbagai inovasi dan prestasi yang diraih menunjukkan bahwa pengelolaan dana desa oleh Pemerintah Kabupaten Gresik berjalan ke arah yang tepat. Tentunya capaian ini berkat kerja sama yang baik dari seluruh stakeholder baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title