‘Hantu’ Begal Payudara di Jalan A Yani Surabaya Itu Kini Diborgol Polisi
- AI
Surabaya, VIVA Jatim – Aksi begal payudara di Kota Surabaya viral di media sosial baru-baru ini. Kehebohan itu terjadi setelah korban berinisial Z mengungkapkan pengalamannya di media sosial hingga viral. Polisi bergerak dan berhasil menangkap pelaku berinisial FU (43 tahun). ‘Hantu’ begal payudara di Jalan A Yani Surabaya itu pin kini ditahan.
Z menceritakan pengalaman tak nyamannya itu setelah video aksi FU tersebar duluan di media sosial. Dalam rekaman CCTV terlihat jelas kala FU beraksi tak senonoh. Korban mencertikan bahwa pada saat itu ia tengah lari pagi di pinggir jalan. Saat itulah FU beraksi dan membegal payudara korban.
Kepala Kepolisian Sektor Wonocolo Komisaris Polisi Haryoko Widhi menjelaskan, pelaku berhasil diidentifikasi hanya beberapa jam setelah laporan masuk. "Rabu [23 Juli 2025] sore, pelaku teridentifikasi tinggal di kawasan Waru Sidoarjo,” katanya, Sabtu, 26 Juli 2025.
Malamnya, pelaku berhasil diamankan. Dengan tangan terborgol, pelaku kemudian diserahkan ke unit PPA Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya guna menjalani proses pemeriksaan secara mendalam.
Dari tangan pelaku, polisi juga menyita satu unit sepeda angin yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya. Barang bukti tersebut kini berada di tangan penyidik. Terkait kemungkinan adanya korban lain, pihak kepolisian masih akan melakukan pendalaman,
"Berapa kali [melakukan aksi begal payudara] belum kami interogasi. Pelaku dan barang bukti sudah di Polrestabes Surabaya," imbuh Haryoko.
Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan seksual yang terjadi di ruang publik, khususnya yang menargetkan perempuan. Aksi FU tidak hanya melukai fisik dan psikologis korban, tetapi juga menciptakan rasa takut di kalangan masyarakat, terutama kaum perempuan yang beraktivitas di ruang terbuka.
Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menjadi korban atau menyaksikan kejadian serupa. Kepolisian juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam membantu penyelidikan, termasuk lewat penyebaran informasi yang relevan di media sosial.