Bulog Tulungagung Siapkan 4.990 Ton Beras Bantuan Pangan, Tak Ada yang Impor

Pincab Bulog Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan.
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Tulungagung, VIVA Jatim – Pimpinan Cabang Bulog Tulungagung Yonas Haryadi Kurniawan mengatakan bahwa pihaknya menyiapkan 4.990 ton beras untuk Bantuan Pangan Beras (BPB) di 4 kabupaten/kota di wilayah kerjanya. Semua berasal diserap dari petani lokal, tidak ada yang impor.

img_title Kemenko Pangan Bersama Bulog Bagikan 7.542 Ton Beras Bantuan di Kediri

"Semua di 4 wilayah kerja, kita siapkan 4.990 ton, kalau untuk di Tulungagung sendiri 1.600 ton. Itu [beras] serapan lokal, tidak ada yang impor, semuanya cadangan beras," kata Yonas di Balai Desa Srikaton, Tulungagung, Sabtu, 26 Juli 2025.

Dia menjelaskan, Bulog Tulungagung bertanggung jawab untuk menyediakan BPB di Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Blitar, dan Kota Blitar. Masyarakat penerima manfaat ialah mereka yang terdata di Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTKSN.

img_title Salurkan 30 Kilogram Beras per KPM, Pemkot Surabaya Targetkan Bantuan Pangan Tuntas September

Yonas menambahkan, sejauh ini pendistribusian beras untuk BPB ke desa-desa sudah 100 persen. Sehingga tinggal teknis penyalurannya saja yang diserahkan ke pihak ketiga serta perangkat desa setempat.

Tidak ada kendala selama proses dropping. Apalagi prosesnya dibantu para stakeholder setempat. "Sekarang untuk Tulungagung kita sudah dropping 100 persen di semua titik, tinggal pembagian saja," bebernya.

img_title Pengunjung Meninggal Usai Keluar Wahana Rumah Hantu di Tulungagung, Polisi Selidiki

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tulungagung, Agus Suswantoro mengatakan dibanding tahun lalu, jumlah penerima manfaat di Tulungagung ada penurunan. Tahun 2024 Tulungagung menerima 90.427 penerima manfaat, sementara tahun ini 80.875 penerima manfaat.

Agus mengaku, perubahan tersebut lantaran sekarang pemerintah menggunakan DTKSN sebagai acuan, digabung dengan Data Kemiskinan Ektrem.

"Data ini digabungkan jadi satu, mungkin ada yang menerima dobel atau meninggal. Akhirnya diverifikasi, sehingga Tulungagung mendapatkan 80.875," ujar Agus.