Anak Hebat Lewat Multilearn Connect di S-26 Exceptional League Surabaya

Seorang anak mendapat multilearn connect
Sumber :
  • Mokhamad Dofir/Viva Jatim

Surabaya, VIVA Jatim – Konsep Multilearn Connect menjadi isu penting dalam kampanye #SemuaBisaJadiHebat yang diusung Wyeth Nutrition S-26. Melalui kegiatan S-26 Exceptional League, Wyeth ingin menegaskan bahwa setiap anak berpotensi tumbuh menjadi pribadi hebat asal didukung dengan gizi tepat dan stimulasi menyeluruh.

img_title Survei ARCI: Elektabilitas Demokrat di Jatim Naik Setahun Terakhir

Multilearn Connect menggabungkan dua pilar penting dalam proses tumbuh kembang anak. Yakni multi learning berupa pembelajaran menstimulasi seluruh aspek perkembangan otak dan brain connection, memberi dukungan gizi yang membantu koneksi optimal antar area otak.

"S-26 percaya perjalanan Si Kecil menjadi hebat dimulai dari dukungan hebat seorang mam [ibu]. Melalui kampanye #SemuaBisaJadiHebat, kami berkomitmen untuk terus mendampingi mams [para ibu] membimbing Generasi Alpha dan Beta di Indonesia yang siap dan sukses menghadapi tantangan masa depan," ujar Vera Niki Gozali, Category Marketing Manager Wyeth Nutrition S-26, Minggu, 27 Juli 2025.

img_title Cegah Karhutla, Polda Jatim Ancam Tindak Tegas Pembakar Hutan dan Lahan

Psikolog anak Elisabeth Santoso, M Psi juga menekankan bahwa stimulasi yang efektif harus menyeluruh dan didukung dengan hubungan emosional yang kuat antara anak dan orang tua.

"Belajar itu harus menggunakan berbagai cara atau multi-learning, yang didapat dari berbagai bentuk stimulasi. Otak si kecil berkembang di semua area, baik visualnya, auditorinya, hingga gerakannya, dan semuanya harus distimulasi. Lalu siapa yang menstimulasi? Pastinya orang tua yang memang paling sering menghabiskan waktu dengan Si Kecil," ujarnya.

img_title Mengenal ORF Porong Pertagas OEJA, Pengendali Distribusi Gas dari Pagerungan ke Konsumen di Jatim

Selain itu, dukungan nutrisi juga tak kalah penting. Seperti penjelasan dr Benny Herlianto, Sp A, yang mengatakan pembentukan koneksi antar sel otak atau synaptogenesi, hanya bisa terjadi dengan baik jika proses mielinasi berjalan optimal.

Proses ini kata dia, membutuhkan asupan gizi spesifik, termasuk DHA, AA, fosfolipid dan vitamin penting lainnya.

"Mams perlu menyadari bahwa saat si kecil melakukan multi-learning dan mempelajari hal-hal baru, akan terjadi synaptogenesis yaitu pembentukan sinapsis baru di antara sel-sel saraf di otak yang memungkinkan satu sama lainnya saling berkomunikasi. Agar synaptogenesis dapat berjalan lancar, diperlukan proses mielinasi, di mana sel-sel saraf di otak dilapisi oleh lapisan lemak [mielin] yang memungkinkan sel saraf bergerak lancar sehingga mempercepat transmisi antar saraf dan meningkatkan koneksi antar bagian otak," katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title