Bahas Promosi Wisata, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Temui Sri Sultan Hamengku Buwono X

Khofifah Saat Bertemu Sri Sultan Hamengku Buwono X
Sumber :
  • Pemprov Jatim

Yogyakarta, VIVA Jatim-Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak menemui Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Kraton Kilen, Yogyakarta, Minggu, 27 Juli 2025. Pemprov Jatim ingin memperkuat kolaborasi dengan DIY, khususnya terkait pariwisata dan pembangunan daerah.

img_title Pengundian Rejeki Nomplok 5 Plaza Surabaya Catat Pertumbuhan Transaksi Lebih dari 57,2 Persen

Setibanya di Kraton Kilen, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil disambut Putri Kelima Ngarsa Dalem GKR Bendara bersama suami KPH Yudanegara, Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi dan Kepala Dinas Kebudayaan DIY Dian Lakshmi Pratiwi.

Pertemuan yang berlangsung secara tertutup ini diliputi suasana akrab dan kekeluargaan. Dua pemimpin di masing-masing provinsi ini memperkuat jalinan kerja sama antara dua provinsi yang memiliki akar budaya kuat serta semangat pembangunan yang inklusif, khususnya terkait promosi pariwisata terpadu.

img_title Desainer Jatim Ronie Parero Debut di IFW 2026, Angkat Tema Mimpi Tanpa Batas

Dalam pertemuan, Gubernur Khofifah mengapresiasi penerimaan hangat Sri Sultan. Ia menyebut bahwa DIY dan Jawa Timur memiliki banyak kesamaan visi, terutama dalam hal pelestarian warisan budaya, pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis nilai-nilai budaya.

“Saya merasa sangat terhormat bisa bersilaturahim langsung dengan Sri Sultan. Beliau adalah tokoh adat, tokoh budaya, sekaligus negarawan yang konsisten menjaga kearifan Budaya Jawa dalam bingkai kebangsaan,” ujar Khofifah.

img_title Jawab Tantangan Lonjakan Bahan Baku, Indomilk Hadirkan Chef, Edukasi Pelaku Bisnis FnB di Surabaya

Ia menilai Jawa Timur dan DIY memiliki banyak peluang untuk terus bersinergi dalam mengembangkan potensi budaya, pariwisata, pendidikan, dan ekonomi kreatif.

Pertemuan ini, kata Khofifah, juga menjadi ruang diskusi strategis mengenai tantangan pembangunan antarprovinsi di tengah dinamika sosial ekonomi saat ini. Khofifah menekankan pentingnya membangun ketahanan budaya sebagai fondasi dalam menghadapi era digitalisasi dan globalisasi yang semakin masif.

Selain itu, Khofifah menyoroti pentingnya memperkuat jejaring antar daerah, termasuk melalui program-program konkret seperti pengembangan UMKM kreatif, kolaborasi event budaya, hingga integrasi promosi wisata lintas provinsi.

“Saya percaya bahwa kekuatan kolaborasi antardaerah akan menjadi kunci dalam membangun ketangguhan menghadapi masa depan, termasuk isu perubahan iklim, transformasi digital, dan peningkatan daya saing SDM. Dengan sinergi seperti ini, kita bisa saling menguatkan dan tumbuh bersama,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title