Selama Operasi Patuh Semeru, Polres Trenggalek Catat 3 Ribuan Pelanggar Kena Tilang

Polres Trenggalek memberikan imbauan kepada pengendara lalu lintas.
Sumber :
  • Viva Jatim/Madchan Jazuli

Trenggalek, VIVA JatimPolres Trenggalek telah menuntaskan Operasi Patuh Semeru 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli 2025. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas melalui upaya preemtif, preventif dan penindakan hukum.

img_title Pastikan Kelaikan Armada, Kehemhub-Satlantas Polres Gresik Cek Rampcheck Bis

Kasatlantas Polres Trenggalek, Ajun Komisaris Polisi Sony Suhartanto menerangkan selama pelaksanaan operasi dua pekan kemarin polisi mencatat ada 3.300 tindakan tilang manual sekaligus 4.000 lebih teguran tertulis kepada pengendara lalu lintas.

"Jumlah penindakan tilang secara manual selama operasi kemarin mencapai sekitar 3.300. Sedangkan teguran tertulis, yaitu menggunakan blangko dari Korlantas, tercatat lebih dari 4.000," beber AKP Sony, Senin, 28 Juli 2025.

img_title Posyan Mudik 2026 di Trenggalek Sediakan Fasilitas Towing hingga Alat Berat

AKP Sony menambahkan kebanyakan pelanggar merupakan pengendara sepeda motor berusia pelajar, baik SMP maupun SMA, dengan total mencapai 1.200 orang. Mayoritas siswa-siswi yang terjaring tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi (SIM).

"Pelanggar paling banyak adalah pelajar di bawah umur yang mengendarai sepeda motor tanpa SIM. Ini menjadi perhatian serius dan perlu penindakan," imbuhnya.

img_title Polres Trenggalek Pastikan Pelaku Kekerasan kepada Perempuan yang Viral Bukan Polisi

Dirinya mengaku sejauh ini tidak ada kendaraan yang ditahan dalam operasi kali ini. Akan tetapi sebagai bagian dari proses hukum, pihaknya tetap menyita Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebagai jaminan tilang.

"Untuk kendaraan tidak kami tahan, tapi STNK-nya dijadikan jaminan untuk proses persidangan," ulasnya.

AKP Sony juga menambahkan operasi dilakukan menyeluruh di semua kecamatan di Trenggalek. Hasilnya, pihaknya menilai kesadaran masyarakat semakin meningkat dan tidak ada keluhan berarti dari warga.

"Selama operasi, respons masyarakat cukup baik dan tidak ada komplain. Edukasi dan sosialisasi tetap kami lakukan, termasuk kepada pemilik dan sopir kendaraan," tandasnya.