Puluhan Siswa SD di Tulungagung Direkomendasikan Rujuk Poli Usai Cek PKG

Program PKG di sekolah-sekolah oleh Puskesmas Bandung
Sumber :
  • Madchan Jazuli/Viva Jatim

Tulungagung, VIVA Jatim –Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) Puskesmas Bandung Kabupaten Tulungagung selain ke desa-desa juga menyasar ke sekolah-sekolah. Anak-anak mendapat pemeriksaan meliputi BB, TB, IMT, tensi, mata, telinga, dan gigi. Hasilnya puluhan siswa direkomendasikan ke poli puskesmas setempat.

img_title Dorong Produktivitas Cabai di Jatim, Petrokimia Gresik Gelar Pestani Rawit Groo

Selain itu, hasil PKG di sekolah-sekolah ada beberapa skrining TBC, DM, merokok, aktifitas fisik, jiwa. Pemegang Program Anak Usia Sekolah dan Remaja, Puskesmas Bandung, Asmaiyah menerangkan bahwa dari 5 sekolah, sudah 200-an lebih siswa yang terlayani.

"Dari 5 sekolah itu yang terdapat serumen di telinga ada 63, gangguan mata atau visus 16 anak. Lalu, untuk yang direkomendasikan rujuk ke Poli Gigi 30 anak, dan Poli Balai Pengobatan (BP) ada 14 anak," ujar Asmaiyah, Selasa, 29 Juli 2025.

img_title Kasus Arisan Online Bodong Rp71 Miliar, Polda Jatim Bakal Periksa Selebgram Hingga Artis

Dirinya mengaku dugaan sementara penyebab gangguan visus dan telingat itu disebabkan banyak bermain gadget. Mereka bermain gadget rata-rata oleh orang tua tidak membatasi durasi bermain perangkat handphone.

"Saat kita tanya, dibatasi tidak jamnya? Mayoritas mereka menjawab bermain HP katanya tidak dibatasi," ujarnya.

img_title Polda Jatim Ungkap Kasus Arisan Online Bodong Senilai Rp71 Miliar

Asmaiyah memaparkan PKG di sekolah bertujuan untuk meningkatkan kesehatan anak-anak sekolah. Selanjutnya bisa mendeteksi masalah kesehatan secara dini, dan mencegah komplikasi serta risiko kecacatan maupun kematian.

"Harapan dengan adanya PKG ini supaya pemeriksaan awal deteksi. Kita mendeteksi seperti tingkat obesitas, lalu untuk mata yang memiliki kondisi agar tidak lebih parah. Termasuk telinganya yang itu bisa diminimalisir," imbuhnya.

Sementara Siswa Kelas II SDN 1 Kesambi, Muhammad Abizard Faraz Raufa mengatakan sudah mengikuti serangkaian pemeriksaan lengkap. Mulai dari gigi, telinga hingga berat serta tinggi badan.

"Diperiksa semua. Ada keluhan di telinga," ujar Abizard Faraz.

Pengamatan VIVA Jatim, anak-anak satu per satu mengikuti PKG dimulai dari kelas 1. Mereka antusias menjalani serangkaian pemeriksaan bergantian dengan kelas 2, tepat di samping kelas. Beberapa memang ditemukan mengalami penurunan penglihatan saat Tes Visus.